Opini
Outlook Peta Elektoral Pilpres di Bangka Belitung
Ranto - Dosen Ilmu Politik FISIP UBB, Peneliti di Yayasan Kapong Sebubong Indonesia dan Mahasiswa S3 Ilmu Politik UGM
Oleh: Ranto
Dosen Ilmu Politik FISIP UBB, Peneliti di Yayasan Kapong Sebubong Indonesia dan Mahasiswa S3 Ilmu Politik UGM
PADA tanggal 14 Februari 2024 mendatang, publik di Indonesia akan menentukan pemimpin bangsa di arena Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) secara langsung untuk periode kepemimpinan 2024-2029. Pilpres secara langsung kali ini merupakan pengalaman yang ke-5 setelah dimulai pada Pilpres 2004, 2009, 2014 dan 2019 yang lalu.
Dari beberapa pelaksanaan Pilpres di Bangka Belitung (Babel) menyisakan beberapa catatan berikut: pada Pilpres 2019 perolehan dukungan para kandidat Jokowi-Ma'ruf Amin (63,23 persen) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (36,77 persen).
Di tahun 2014, dukungan masyarakat Babel mengantarkan Jokowi-Jk sejumlah (67,26 persen) dan Prabowo-Hatta Rajasa (32,64 persen). Sedangkan Pilpres 2009, SBY-Boediono (48,74 persen), Megawati-Prabowo (38,56 persen) dan JK-Wiranto (12,70 persen). Terakhir, untuk Pilpres 2004 diputaran kedua, SBY-Kalla (51,29 persen) dan Megawati-Hasyim Muzadi (48,71 persen).
Merujuk informasi yang disampaikan tadi, dapat ditemukan beberapa pola: pertama, kandidat Capres-Cawapres yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) cukup dominan mendapatkan dukungan publik dari Bangka Belitung. Pengalaman dari dua pelaksanaan Pilpres terakhir (2014 dan 2019) jagoan PDI Perjuangan menang dengan selisih cukup meyakinkan diatas 63 persen dengan kompetitornya.
Kedua, meskipun pernah mengalami kekalahan di Pilpres 2004 dan 2009, kandidat dari partai berjargon "Wong Cilik" cukup dominan juga di Babel. Jika dicermati, selisih kekalahannya berada dikisaran 2 persen pada Pilpres 2004 Putaran Kedua dan berjarak 10 persen dengan pemenang pada Pilpres 2009 yang lalu.
Pengalaman dari 4 kali pelaksanaan Pilpres di Babel cukup menegaskan dominannya perolehan dukungan masyarakat kepada Capres-Cawapres yang didirikan dan diasuh oleh Megawati Soekarnoputri.
Kesimpulan awal ini tentu saja mengabaikan aspek figuritas yang berkompetisi dan variabel lainnya mengingat dari waktu ke waktu peran institusi partai dalam memenangi kompetisi politik di berbagai arena semakin mengalami kemunduran untuk mempengaruhi perilaku politik pemilih.
Oleh karenanya, mengandaikan fenomena ini cenderung terulang kembali di Pilpres 2024 cukup keliru. Meski bisa menjelaskan tetapi tidak cukup menjelaskan sebenarnya. Perlu melihat indikator lainnya seperti personalitas kandidat, identifikasi kepartaian (party id), toleransi pemilih terhadap praktek money politic, penerimaan masyarakat terhadap politik dinasti dan kemandirian individu dalam menentukan pilihan politiknya pada hari pencoblosan merupakan bagian yang cukup menentukan pada perhelatan Pilpres mendatang.
Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih di Babel
Lalu, pertanyaan yang perlu dieksplorasi adalah bagaimana kecenderungan perilaku politik pemilih di Babel?
Pengalaman saya ketika melakukan penelitian tentang sikap dan perilaku politik masyarakat di Babel dalam kurun waktu satu dekade terakhir (10 tahun dari 2010-2020) dari berbagai momen elektoral seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres memberikan beberapa catatan penting.
Pertama, pemilih di Bangka Belitung dari waktu ke waktu semakin memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan politiknya. Terakhir, di tahun 2020, sejumlah 48 persen pemilih mengakui bahwa yang paling menentukan pilihan politiknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah dirinya sendiri, bukan tokoh agama, partai politik, pejabat publik dan lain sebagainya.
Kondisi ini cukup berbeda dengan periode-periode penelitian yang saya lakukan di beberapa tahun sebelumnya dimana ketergantungan pemilih terhadap tokoh-tokoh masyarakat di daerahnya dalam menentukan pilihan politik masih cukup berpengaruh.
Kedua, sikap pemilih di Babel yang memberikan toleransinya terhadap praktek money politic juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan pengalaman perhelatan pemilu dan pilkada yang ada di Bangka Tengah memberikan potret yang memperihatinkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ranto-Dosen-UBB.jpg)