Tribunners
Budi Pekerti: Pahat Pengukir Karakter
Dengan budi pekerti, manusia dapat hidup dengan baik, menciptakan kebahagiaan, dan menjadi bermanfaat bagi sesama
Oleh: Syahrial, S.T. - Guru Madya di SMAN 1 Damar
"Budi pekerti adalah jembatan kebaikan yang kita bina dalam diri, untuk menjangkau kebahagiaan dan kesuksesan."
SAAT ini, bioskop-bioskop di seluruh negeri tengah memutar film baru yang menarik perhatian banyak penonton, sebuah film yang berjudul "Budi Pekerti." Film ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang pentingnya nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia.
Di balik sorotan layar yang menggoda, 'Budi Pekerti' menggambarkan dengan indah betapa tata nilai akhlak ini membentuk perilaku seseorang untuk menjadi baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Film ini menjadi panggung yang sempurna untuk memahami makna sejati dari budi pekerti dan bagaimana nilai-nilai ini dapat memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.
Budi pekerti, sebuah istilah yang sering kita dengar, mengacu pada tata nilai akhlak yang membentuk perilaku seseorang agar menjadi baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Konsep budi pekerti melibatkan sejumlah aspek, seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, toleransi, dan cinta kasih. Meskipun kata ini terdengar formal, mari kita bahas dalam penuturan yang lebih santai.
Secara etimologi, budi pekerti berasal dari dua kata, yaitu "budi" dan "pekerti." "Budi" merujuk pada kesadaran, akal, pikiran, atau tabiat, sedangkan "pekerti" mengacu pada sikap, perbuatan, dan watak. Dengan kata lain, budi pekerti adalah tentang kesadaran dalam berperilaku, sikap, dan perbuatan yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai moral. Makna budi pekerti sangat dalam dan mencakup beberapa aspek kunci:
1. Dasar perilaku manusia
Budi pekerti adalah fondasi yang tak tergantikan dalam membentuk perilaku manusia. Tanpanya, manusia cenderung melibatkan diri dalam perbuatan buruk yang merugikan diri mereka sendiri, orang lain, dan bahkan lingkungan sekitarnya.
Kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, toleransi, dan cinta kasih adalah beberapa komponen kunci yang membantu mencegah perilaku negatif ini. Kejujuran memastikan bahwa individu berperilaku jujur dan terbuka, sedangkan tanggung jawab mengajarkan pentingnya menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka.
Sopan santun menciptakan hubungan sosial yang harmonis, sementara itu toleransi membuka pintu untuk memahami perbedaan di antara kita. Terakhir, cinta kasih menginspirasi kita untuk peduli terhadap kesejahteraan orang lain dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Dengan menginternalisasi nilai-nilai ini, manusia dapat membentuk masyarakat yang lebih baik dan lebih beradab.
2. Kunci kebahagiaan
Budi pekerti berperan sebagai kunci kebahagiaan dalam kehidupan seseorang. Ketika seseorang memiliki budi pekerti yang baik, ia akan mampu menjalani hidup dalam kedamaian dan harmoni dengan orang lain.
Orang-orang yang berbudi pekerti baik cenderung mendapatkan dukungan dan persahabatan yang kuat dari lingkungan sekitarnya. Mereka mampu menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dalam hidup mereka, karena hubungan yang positif dengan orang lain menjadi landasan yang kuat untuk meraih kebahagiaan.
Budi pekerti yang baik juga memungkinkan seseorang untuk menjalani hidup tanpa konflik yang berkepanjangan. Orang yang memiliki nilai-nilai budi pekerti yang luhur akan mampu mengatasi perbedaan pendapat dan masalah dengan cara yang lebih damai dan konstruktif.
Ini berkontribusi pada keharmonisan hubungan dengan orang lain, yang pada gilirannya membantu menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk menghargai peran budi pekerti dalam menciptakan kebahagiaan dan menjadikannya sebagai landasan utama dalam berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.
3. Modal bangsa yang kuat
Budi pekerti merupakan landasan yang tak ternilai untuk menciptakan sebuah bangsa yang kuat dan bermartabat. Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari segi ekonomi dan teknologi, tetapi juga dari moral dan etika yang dianut oleh warganya. Sebuah bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki rakyat yang berbudi pekerti luhur, yang memiliki nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, saling menghormati, dan tanggung jawab.
Budi pekerti yang tinggi mendorong warganya untuk berkontribusi positif kepada masyarakat dan negara sehingga menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan berkembang. Dengan demikian, memupuk budi pekerti yang tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun bangsa yang kokoh dan berkualitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230301_Syahrial-Guru-Ahli-Madya-di-SMAN-1-Damar.jpg)