Bangka Pos Hari Ini

Doa Rima di Kolong Pedindang

Dulu itu kalau pas lagi hujan besar airnya pas di belakang pagar rumah saya. Sekarang udah lebih jauh, karena udah dibangun dam dan ada jalannya

Editor: Iwan Satriawan
ist /Perumdam Tirta Pinang
kolong Pedindang 

BANGKAPOS.COM - Suara bising yang sejak Mei 2023 lalu menjadi hal biasa bagi warga di dekat Kolong Pedindang, Kelurahan Paritlalang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang.

Pun kebanyakan dari mereka tidak mempermasalahkan suara yang berasal dari alat berat dan lalu lintas kendaraan truk besar di daerah itu.

Sikap ini ditunjukan warga seiring harapan mereka untuk terbebas dari bencana yang terjadi pada tahun 2016 lalu.

Kala itu warga terpaksa mengungsi setelah rumahnya terendam banjir akibat meluapnya air dari Kolong Pedindang.

Bukan hanya mereka yang ada di dekat Kolong Pedindang saja, banjir tahun 2016 merendam enam kecamatan dan 14 kelurahan di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dikutip dari website Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung, luas area genangan banjir pada tahun 2016 mencapai kurang lebih 280,33 hektare.

Kerugian yang timbul akibat bencana itupun ditaksir sekitar Rp995,2 miliar.

Suara bising yang didengar warga di dekat Kolong Pedindang berasal dari Proyek Pengendalian Banjir Kota Pangkalpinang yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung.

Rima (26) warga yang tinggal di dekat Kolong Pedindang, mengatakan suara bising mulai didengar pada pagi hari. Selain itu, menurutnya tidak ada
gangguan berarti dari pelaksanaan proyek yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

“Paling suara-suara bising mesin-mesin proyek aja. Tapi ya maklum lah, namanya orang kerja. Yang penting kan kalau sore-sore itu udah enggak ada,” ungkap Rima, Senin (20/11).

Warga RT 04 Desa Mangkol ini menambahkan bahwa justru warga sekitar menjadi senang karena kawasan di sekitar kolong Pedindang tersebut menjadi rapi seiring adanya proyek tersebut.

“Bagus lah, jadi rapi. Jadi ada jalan dekat samping-sampingnya. Terus katanya dekat samping kantor PDAM itu mau dibangun taman buat wisata,” jelasnya.

Sebelumnya harapan serupa disampaikan Mudi (46), warga RT 04 Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah yang rumahnya tepat berada di sebelah kolong Pedindang.

“Bagus lah, lebih tertata, lebih rapi dan enak aja diliat,” ungkap Mudi, Jumat (17/11).

Selain itu, kata dia dengan adanya pembangunan itu, membuat jarak antara kolong dengan rumahnya yang dulu sangatlah dekat, kini sedikit lebih jauh karena dibangunnya juga jalan inspeksi di sekeliling kolong tersebut.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved