Mengenal Nyamuk Wolbachia dan Efek Samping yang Ditimbulkan Jika Mengigit Manusia
Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia.
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM- Nyamuk Wolbachia menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini.
Nyamuk Wolbachia disebut digunakan sebagai metode pengendalian nyamuk Aedes aegypti yang sedang dikembangkan.
Kementerian Kesehatan terapkan inovasi teknologi wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dangue (DBD).
Mengutip dari Tribun Health, nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia.
Wolbachia sendiri adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk.
Bakteri Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada berbagai jenis serangga, termasuk nyamuk.
Bakteri Wolbachia dapat menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.
Hal ini menyebabkan nyamuk Wolbachia tidak dapat menularkan virus dengue ke manusia.
Metode yang digunakan dalam penyebarannyanya adalah “penggantian”.
Jadi, nyamuk jantan dan nyamuk betina dengan bakteri wolbachia akan dilepaskan ke populasi alami.
Tujuannya agar nyamuk betina kawin dengan nyamuk setempat dan menghasilkan anak-anak nyamuk yang mengandung wolbachia.
Wolbachia berperan dalam memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk
Lantas efek samping apa yang akan dialami manusia jika digigit dengan nyamuk yang berbakteri Wolbachia?
Efek samping Wolbachia
Terkait hal ini, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr. Riris Andono Ahmad MPH, Ph.D beri jawaban.
Sebelumnya, ia memberikan sebuah gambaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-nyamuk-demam-berdarah-nyamuk-aedes-aegypti.jpg)