Senin, 27 April 2026

Berita Pangkalpinang

Gebrakan Positif Pengprov PBSI Bangka Belitung, Johan Daniel Ingin Konsisten dalam Pembinaan

Selagi saya menjabat saya mau memberikan contoh, ada kejuaraan nasional. Kita harus hebat dalam organisasi dan pembinaan, kita harus

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Johan Daniel 

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Kerja tulus dan konsisten dalam pembinaan menjadi bagian penting, untuk memajukan Bulutangkis Provinsi Bangka Belitung dibawah kepemimpinan Johan Daniel

Belum genap satu tahun atau sejak dilantiknya menjadi Ketua Pengprov PBSI Bangka Belitung pada Sabtu (11/3/2023) lalu, sejumlah kejuaraan hingga level nasional pun berhasil diselenggarakan dengan sukses. 

Ajang sekelas Sirkuit Nasional (Sirnas) B yang diselenggarakan Oktober 2023 lalu pun, seakan menandakan keseriusan Johan Daniel di dunia olahraga bulutangkis. 

Tak hanya sanggup mendatangkan ajang nasional, namun dibawah kepemimpinan pria kelahiran Jambi 5 Agustus 1970 ini juga berhasil mencetak sejarah di ajang Pekan Olahraga Nasional. 

Hal ini tak terlepas dari prestasi, tim beregu putri Provinsi Bangka Belitung yang berhasil mendapatkan tiket menuju PON 2024.

Torehan tersebut pun sekaligus akan menjadi sejarah untuk pertama kalinya atlet bulutangkis Provinsi Bangka Belitung, dapat berlajang di pesta olahraga tertinggi Indonesia. 

Lebih lanjut dalam wawancara bersama Bangkapos.com, posisi saat ini diungkapkan bukan hal mudah untuk dicapai. 

"Dulu tahun 1995 waktu itu latihan sama teman-teman di sekolah, kalau agin kencang gak bisa main tapi itu tidak menyurutkan semangat main bulutangkis," ujar Johan Daniel, Sabtu (2/12/2023).

Awal mulanya pun Johan Daniel dipercaya untuk menjadi pelatih pada 1998, namun berkat tangan dinginnya anak didiknya mampu meraih gelar juara. 

"Diminta melatih SMA lalu juara Provinsi, atletnya itu Jonathan dan inilah cikal bakal saya melatih," katanya. 

Hari demi hari Johan Daniel kian serius dalam memberikan pelatihan kepada para anak didiknya, namun perjalanan kepelatihannya juga tak melulu manis. 

Bahkan diakuinya dirinya sempat bak dipandang sebelah mata, khususnya pada saat hendak membawa anak didiknya mengikuti O2SN pada 2010 lalu. 

Padahal diungkapkannya, pada 2010 lalu dirinya pun berhasil mendapatkan kesempatan untuk ikut penataran pelatih di Pelatnas PBSI Cipayung. 

"Lucunya dulu saat O2SN izin ke sekolah dibilang sudahlah atlet Pangkalpinang pasti kalah, izin ke KONI juga mereka bilang seperti itu. Tapi ini seperti cambuk bukannya takut, tapi saya buktikan ucapan mereka bisa kita patahkan dan kita berhasil juara," jelasnya. 

Tak hanya sekedar meraih gelar juara, namun bulutangkis Kota Pangkalpinang pun mulai disegani bahkan ditakuti setelah banyak memborong raihan medali disetiap ajang yang diikuti. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved