Kasus Penganiayaan di Tempilang
Kisah Anak Nurlaela Pergoki Ibunya Dianiaya Supri di Bangka Barat
NI mengatakan dirinya menjerit ketakutan, berusaha lari untuk meminta pertolongan warga.
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Beberapa botol susu yang telah dibuat, namun sayangnya hal tersebut seperti tak bisa menggantikan Air Susu Ibu (ASI) yang biasa diberikan Nurlaela kepada buah hati tercintanya.
Ayunan yang terbuat dari kain selendang yang dipasang di bawah keranjang kasur seolah menjadi ayunan penenang bagi anak bungsu dari empat saudara tersebut.
"Sudah beli susu dibikinin tapi gak mau minum karena memang biasanya ASI itulah, jadi paling masuk air putih biasa itulah kalau sekarang," ucapnya.
Namun setidaknya kini untuk biaya pengobatan terhadap Nurlaela, diungkapkan Iroh pihaknya bisa sedikit bernafas lega.
Sejak ditangani RSBT Kota Pangkalpinang hingga kini di RSUP Bangka Belitung, pihaknya tidak membayar sepersen pun terkait perawatan kakaknya tersebut.
"Iya tadi ada pak PJ Gubernur datang, katanya untuk biaya gak usah dipikirin. Kalau ini memang gak masuk BPJS tapi kata pak Gubernur tadi masuk umum saja. Kalau tagihan biaya sampai sekarang, belum ada yang minta," jelasnya.
Sementara terkait Supri yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian, juga terungkap memiliki sejumlah utang ke sejumlah pihak.
"Dia itu sering ngelimbang, sering beli timah di Air Gegas. Banyak utang juga kemarin ada yang nanya ke rumah, nyari dia katanya kabur juga," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan12321.jpg)