Selasa, 28 April 2026

Berita Bangka Selatan

Konsumsi Ikan di Bangka Belitung Capai 68 Kilogram, Terbesar se-Sumatera

Per tahun 2022 Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan jumlah konsumsi ikan rata-rata masyarakat mencapai 68,50 kilogram per kapita

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Suryadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk 10 besar daerah dengan jumlah konsumsi ikan terbesar se-Indonesia.

Sebagai daerah kepulauan banyak masyarakat di wilayah itu yang menggantungkan kehidupannya dari sektor laut. Hal ini turut membuat tingginya angka konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Suryadi mengungkapkan berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tren konsumsi ikan terus meningkat di Bangka Belitung.

Per tahun 2022 Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan jumlah konsumsi ikan rata-rata masyarakat mencapai 68,50 kilogram per kapita. Bahkan dengan jumlah itu mampu mengantarkan Bangka Belitung menempati posisi kedelapan provinsi dengan konsumsi ikan terbesar se-Indonesia.

Sedangkan untuk wilayah regional Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat pertama pada tahun 2022 lalu.

“Pada tahun 2022 konsumsi ikan Bangka Belitung mencapai 68,50 kilogram kapita per tahun. Masuk sepuluh besar provinsi konsumsi ikan terbanyak se-Indonesia,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (6/12/2023).

Agus Suryadi mengatakan dengan jumlah itu merupakan capaian yang sangat baik dalam konsumsi ikan. Diklaim konsumsi ikan tersebut jauh berada di atas rata-rata konsumsi ikan nasional yang mencapai 56,48 kilogram per kapita per tahun.

Oleh karena itu, sektor perikanan dan kelautan terutama sektor perikanan di Bangka Belitung memiliki potensi dan produksi yang sangat besar.

Tak hanya itu juga memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan generasi masa depan Indonesia seperti dalam hal memerangi stunting. Ketersediaan perikanan yang berkesinambungan juga menjadikan sektor ini penting dan potensial. Khususnya untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan lokal dan nasional.

“Produksi ikan sepanjang tahun 2023 ini telah mencapai sekitar 228.000 ton dari perikanan tangkap. Sedangkan budidaya mencapai 13.000 ton. Jadi potensi bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan aksi sadar bersih laut menjaga lingkungan,” urai Agus Suryadi.

Di samping itu lanjut dia, sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain itu ikan juga menjadi sumber ketahanan pangan dan gizi nasional. Sehingga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah juga turut mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui kegiatan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Utamanya gerakan makan ikan yang bukan penyumbang inflasi. Karena terdapat beberapa komoditas ikan penyumbang inflasi di daerah.

“Sebagai contoh ikan tenggiri diganti dengan ikan tongkol atau singkur, ikan talang-talang, ikan julung-julung, ikan kurisi atau kembung diganti ikan ekor kuning, ikan Bulat di ganti dengan ikan bawal,” ucapnya.

Kendati demikian kata Agus Suryadi, pada tingkat pusat hingga daerah ada empat capaian yang harus dapat diwujudkan pada tahun 2030 mendatang.

Pertama, melakukan penyiapan konservasi laut minimal 30 persen dari kawasan laut. Bangka Belitung berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) sudah mengalokasikan dan menetapkan konservasi laut sebanyak lima kawasan. Luasnya mencapai 627.612,9 hektare.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved