Kamis, 30 April 2026

Dilantik Secara Tertutup, Ini Jabatan Iwan Bule dan Titiek Soeharto di Partai Gerindra

Dilantik Secara Tertutup, Ini Jabatan Iwan Bule dan Titiek Soeharto di Partai Gerindra

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: M Zulkodri
capture instagram @mochamadiriawan84
Mochamad Iriawan atau Iwan Bule 

BANGKAPOS.COM - Dilantik Secara Tertutup, Ini Jabatan Iwan Bule dan Titiek Soeharto di Partai Gerindra.

Ada petinggi lagi di tubuh Partai Gerindra.

Sosok tersebut ialah Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. (Purn) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dan Siti Hediati Soeharto.

Keduanya dilantik menjadi wakil ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dalam Rakornas Partai Gerindra di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (15/12/2023).

Iwan Bule dan Siti Hediati atau Titiek Soeharto dilantik secara tertutup dalam Rakornas Partai Gerindra tersebut.

"Sebenarnya, sudah lama ada surat pengangkatan mereka sebagai pengurus dan wakil ketua Dewan Pembina, namun belum diangkat secara resmi di forum nasional. Sehingga, di Rakornas kali ini, Pak Prabowo secara resmi melantik mereka," kata Wakil Komandan TKN Pemilih Muda (Fanta) Prabowo-Gibran, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara, saat dikonfirmasi awak media di Jakarta.

Sara pun tidak menjelaskan apa latar belakang pengangkatan dua tokoh tersebut menjadi petinggi Partai Gerindra.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Rakornas Partai Gerindra, Jumat, dihadiri ribuan kader dari seluruh Indonesia untuk konsolidasi memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.

"Urgensinya adalah koordinasi pertama, bahwa pemenangan Prabowo-Gibran menjadi tanggung jawab utama Partai Gerinda. Maka, seluruh kader, pengurus, dan caleg Partai Gerinda memikul tanggung jawab yang amat besar untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran," jelas Muzani.

Dia juga menuturkan bahwa para kader diberi pesan agar tidak jemawa atas hasil survei elektabilitas yang menempatkan Prabowo-Gibran di posisi puncak.

KPU RI telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

Masa kampanye juga telah dijadwalkan mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024

Video Pidato Prabowo di Rakornas Gerindra Sebut Ndasmu Etik Viral

Video Pidato Prabowo Subianto mendadak viral di media sosial (Medsos) Sosial X, Instagram hingga Tiktok.

Video tersebut berisikan pidato Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang menyinggung soal etik.

Dalam video yang beredar di jagat media sosial X, tampak Prabowo sedang memberikan pidato dan terlontar sebutan "ndasmu etik" di hadapan kader Partai Gerindra.

Diketahui, pidato Prabowo itu saat memberikan sambutan saat acara Rakornas Partai Gerindra yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta , Jumat (15/12/2023) sore.

Acara itu sendiri berlangsung tertutup dan hanya diperuntukkan bagi internal kader Partai Gerindra.

Namun, potongan video itu justru bocor dari salah satu kader yang mengunggah momen acara tersebut di media sosial. 

Ucapan 'ndasmu etik' itu kemudian dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) soal batas usia capres-cawapres.

Ada juga yang mengaitkan pernyataan "ndasmu etik" itu ketika Prabowo mendapat pertanyaan saat debat capres perdana di KPU, Selasa (12/12/2023).

Dalam video itu, Prabowo terlihat berdiri di podium berlogo Partai Gerindra.

"Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? Etik, etik," ujar Prabowo.

"Ndasmu etik (etik kepalamu)," sambung Prabowo, disambut teriakan dan tepuk tangan kader Gerindra.

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar meyakini pidato tersebut bukan untuk menyinggung kandidat capres dan tidak ada hubungannya dengan rivalitas politik di Pilpres 2024.

Hubungan Prabowo dengan Anies Baswedan ataupun capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo berjalan baik.

Menurut Dahnil, pernyataan tersebut merupakan sebuah guyonan Prabowo dengan para kader Partai Gerindra.

"Pak Prabowo senang bercanda, itu bercandaan Pak Prabowo ke kader-kader Gerindra, seribu persen bercanda," ujar Dahnil saat dikonfirmasi, Sabtu (16/12/2023).

"Pak Prabowo hubungannya dengan Pak Ganjar baik, dengan Pak Anies baik. Bercanda ke sesama sahabat," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dahnil menyatakan pihaknya meminta semua pihak untuk tidak membawa perasaan dalam politik.

Ia menyebut, jika tidak bisa berkoalisi dengan Prabowo, maka tidak perlu saling menjelekkan satu sama lainnya.

"Maksud Pak Prabowo, mari sama-sama kita periksa isi pikiran kita, isi hati kita, semacam refleksi akhir pekan lah, jangan seperti orang yang ditolak cintanya, namun kemudian habis-habisan menjelek-jelekkan sang pujaan hati," ujar Dahnil dikutip dari Tribunnews.com.

(*/Tribunnews/kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved