Selasa, 7 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pancaroba, Kunjungan Pasien ke RSUD Kriopanting Meningkat, ISPA dan Demam Berdarah Terbanyak

Kunjungan pasien ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kriopanting, dr Helen Sukendy. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kunjungan pasien ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan.

Hal itu dipicu peralihan musim kemarau ke musim penghujan, dan kerap meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit. Mayoritas masyarakat yang datang dengan keluhan terbanyak gangguan pencernaan, batuk, pilek maupun demam.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kriopanting, dr Helen Sukendy mengungkapkan, musim pancaroba saat ini membuat kunjungan dan jumlah pasien yang dirawat meningkat dibandingkan hari biasa.

Bahkan dalam sehari RSUD Kriopanting dapat melayani pasien hingga 30-50 orang. Mayoritas pasien yang menjalani perawatan itu merupakan pasien rujukan dari beberapa puskesmas terdekat.

“Kami ada dokter spesialis penyakit dalam, banyak rujukan dari puskesmas. Rata-rata 30-50 orang pasien per hari digabung semuanya, baik dari rawat jalan, rawat inap maupun di ICU,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (18/12/2023).

Helen bilang, datangnya musim pancaroba menjadi penyebab utama melonjaknya kasus beberapa penyakit. Bahkan paling banyak pasien yang dirawat di RSUD didominasi infeksi saluran pernafasan akut, atau ISPA per hari mencapai lima sampai sepuluh orang. Kemudian dilanjutkan dengan kasus demam, baik demam berdarah dengue (DBD) atau demam berdarah.

Terakhir yakni penyakit degeneratif yakni diabetes melitus dan gangguan pencernaan turut menambah daftar pasien yang dirawat di RSUD. Penyakit degeneratif yakni penyakit yang cenderung memburuk seiring waktu.

Ada cukup banyak jenis penyakit degeneratif yang terkait dengan penuaan, atau memburuk selama proses penuaan, terkait juga masalah genetik dan pilihan gaya hidup.

Penyakit degeneratif memiliki faktor-faktor penyebab yang dapat diubah maupun tidak dapat diubah.

“Kalau musim penghujan banyak kasus demam, baik DBD atau DB saja itu banyak. Memang kami untuk kasus penyakit degeneratif yakni diabetes melitus dan gangguan pencernaan itu banyak. Paling dominan saat ini tetap gangguan pencernaan karena beberapa bulan ini drastis mengalami peningkatan pasien,” jelas Helen.

Lebih jauh ungkapnya, perubahan cuaca yang ekstrem memang dapat merangsang pertumbuhan virus maupun bakteri dan menurunkan imunitas tubuh. Tak hanya itu, kebiasaan yang dilakukan sehari-hari juga dapat berperan meningkatkan risiko jatuh sakit.

Selama pancaroba masyarakat harus mewaspadai penyakit tiga jenis penyakit menular yakni diare, demam berdarah dan tipus karena dapat mewabah.

Sejauh ini pihaknya juga telah memberikan penanganan sesuai prosedur yang berlaku bagi pasien di RSUD Kriopanting. Apabila pasien membutuhkan penanganan khusus, maka akan dilakukan tindakan rujukan.

Rujukan pasien ke dokter lain diperlukan untuk memaksimalkan perawatan pasien atau bahkan sekadar mengetahui opsi pengobatan kedua dari tenaga medis.

“Di RSUD Kriopanting dokter spesialis lengkap, ICU juga sudah bisa digunakan. Jadi kalau ada kasus dengan penanganan lebih lanjut konsultasi spesialis, itu kami lakukan rujukan,” urainya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved