Perempuan Jatuh dari Jembatan Baturusa

Pencarian Acit Berlanjut, Keluarga Ungkap Kondisi Korban Sebelum Jatuh di Jembatan Baturusa II

Sudah beberapa kali ke rumah sakit ada tiga rumah sakit, terus juga ke dokter tapi gak sembuh. Sakit lambung memang sudah satu bulan

|
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Tim sar gabungan melakukan pencarian di sungai jembatan Baturusa II Kabupaten Bangka, Senin (18/12/2023). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Diduga mengalami depresi akibat sakit lambung yang tak kunjung sembuh, menjadi faktor yang membuat Acit (49) terjatuh dari Jembatan Baturusa II, Kabupaten Bangka. 

Hal ini pun diungkapkan keluarga korban yakni Sudiana terkait kondisi korban yang sudah beberapa kali menjalani pengobatan. 

"Sudah beberapa kali ke rumah sakit ada tiga rumah sakit, terus juga ke dokter tapi gak sembuh. Sakit lambung memang sudah satu bulan terakhir ini parahnya, sakit ini juga yag buat pikiran," ujar Sudiana. 

Lebih lanjut sebelum jatuh dari Jembatan Baturusa II dan kini masih dinyatakan hilang, pihak keluarga sudah beberapa memberikan nasihat atau menguatkan diri Acit untuk terus melawan penyakitnya. 

"Sudah beberapa kali bilang kuatin diri, bisa sehat gak boleh mikir yang aneh," tuturnya. 

Kini pihak keluarga hanya bisa menunggu harap-harap cemas, di pondok yang berada tepat di samping sungai seraya tim gabungan melakukan pencarian terhadap Acit. 

Diberitakan sebelumnya, tim Sar Basarnas Bangka Belitung melakukan pencarian terhadap Acit (49) yang diduga terjatuh dari jembatan Baturusa II, Kabupaten Bangka. 

Korban yang berjenis kelamin perempuan pada pukul 04.32 wib diketahui berada di sekitaran Jembatan Baturusa oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan di jembatan tersebut. 

Hal ini pun dibeberkan Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang I Made Oka Astawa terkait kronologis hilangnya korban. 

"Wanita parubaya diduga terjatuh, dari atas jembatan. Kami mendapat laporan dari nelayan, langsung menerjunkan 1 tim rescue menuju lokasi kejadian dan membuka Operasi SAR Gabungan," ujar I Made Oka Astawa. 

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK Kapal RBB 01 Pangkalpinang, Polairud Polda Babel, KPLP Damaru P-214, Bakamla Babel, Polsek Merawang, Laskar Sekaban dan nelayan, terjun langsung melakukan pencarian terhadap korban. 

Sementara itu hingga kini tim gabungan, diketahui masih terus menyisir sungai untuk menemukan korban. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved