Selasa, 12 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

APK Perguruan Tinggi 2023 Masih Rendah, Dindik Babel Terus Lakukan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan

Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menjadi sorotan karena paling rendah.

Tayang:
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ervawi. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pada akhir tahun 2023 ini, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menjadi sorotan, karena masih berada di posisi paling rendah dari seluruh wilayah di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Bangka Belitung, Ervawi mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah APK Perguruan Tinggi di Babel masih sangat rendah, tetapi faktor paling besar adalah kesadaran dari masing-masing orang tua peserta didik.

"Anak-anak di kita ini kan dia pergi ke kebun dapat uang, pergi ke sungai dapat uang. Itu kami temukan saat pergi ke daerah, mereka bilang jangankan kuliah, sekolah (SMA) saja mau berhenti, karena sehari sudah dapat Rp.300 ribu," ujar Ervawi pada Bangkapos.com, Kamis (28/12/2023).

Untuk itu, menurut Ervawi, hal paling mendasar adalah memberikan pemahaman ataupun sosialisasi mengenai seluk beluk dunia perguruan tinggi, baik itu kepada peserta didik ataupun dengan orang tuanya agar memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan.

"Kami sudah bekerja sama dengan UBB (Universitas Bangka Belitung) kami datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan pameran atau workshop agar mereka tertarik. Kami juga bekerjasama dengan masing-masing desa dalam hal ini kepala desa untuk memberikan pengertian pada orang tua," jelasnya.

Di sisi lain, Ervawi juga menyampaikan jika rendahnya APK Perguruan Tinggi di Babel tidak terlepas dari banyaknya lulusan SMA/SMK yang memilih melanjutkan kuliah di luar daerah, sehingga data mereka masuk pada APK Perguruan Tinggi di wilayah tersebut.

"APK kita di SMA itu kan tinggi, tapi banyak juga kuliah di Jogja, Bandung, ataupun Jakarta dan Palembang. Dalam hal ini sebenarnya banyak anak-anak Babel itu kuliah, APK nya masuk ke Provinsi lain, sedangkan orang luar kuliah di Babel masih sangat terbatas," terangnya.

Adanya faktor tersebut, juga salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, bagaimana meningkatkan daya tarik perguruan tinggi di Babel ini.

"Ini yang sedang kami dan teman-teman perguruan tinggi upayakan, bagimana meningkatkan kualitas pendidikan di Babel," pungkas Ervawi.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved