Kamis, 23 April 2026

Berita Bangka Selatan

Optimalkan Sektor Pertanian, Pemkab Bangka Selatan Gelontorkan Dana APBD Rp5 Miliar

Risvandika memaparkan, anggaran sebesar itu diperuntukan bagi pengembangan sarana dan prasarana pertanian yang ada di beberapa kecamatan

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Hasil sektor pertanian terus dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Di mana pada tahun 2024 ini pemerintah setempat menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk bidang pertanian. Hal itu untuk menyejahterakan masyarakat, utamanya kalangan petani di daerah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana kurang lebih sebesar Rp5 miliar untuk pengembangan sektor pertanian.

Semua itu guna mendukung program revolusi bidang pertanian. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

“Kita anggarkan sekitar Rp5 miliar untuk tahun 2024 ini. Khususnya untuk mengembangkan sarana dan prasarana pertanian,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (2/1/2024).

Risvandika memaparkan, anggaran sebesar itu diperuntukan bagi pengembangan sarana dan prasarana pertanian yang ada di beberapa kecamatan yang ada.

Mulai dari Kecamatan Toboali, Kecamatan Airgegas, Kecamatan Payung, Kecamatan Simpang Rimba, Kecamatan Kepulauan Pongok dan Kecamatan Pulau Besar. Dana itu digunakan pembangunan jalan pertanian sebanyak 30 unit.

Rinciannya jalan pertanian sebanyak 28 unit dan jalan usaha tani sebanyak dua unit. Semuanya akan mulai dikerjakan awal tahun 2024. Semua itu sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza-Debby dalam meningkatkan hasil pertanian para petani.

Dengan Memperkuat pertanian maju, mandiri dan modern untuk pemulihan ekonomi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengembangan komoditas pertanian unggulan, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah sesuai dengan tujuan misi kita pembangunan pertanian, sarana produksi maupun, sarana dan prasarana pertanian lainnya kita Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menganggarkan dari APBD 2024 jalan pertanian sebanyak 30 unit jalan pertanian. Rata-rata satu unit Rp100-Rp150 juta. Kalau ditotal sampai Rp5 miliar,” papar Risvandika.

Di samping itu lanjut dia, peningkatan sarana dan prasarana sektor pertanian sangat penting diutamakan, agar terbangun atau merehabilitasinya jalan pertanian baru yang sesuai dengan standar.

Semuanya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan, karena saat ini masih banyak yang rusak dan sulit dilalui kendaraan roda tiga dan empat. Dampaknya menghambat pemasaran hasil pertanian dari para petani.

Karena peningkatan jalan pertanian juga bisa membantu petani dari pengolahan lahan hingga pasca panen. Biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin dan hasil pertanian bisa meningkat. Membangun perekonomian daerah inklusif dan berkualitas dengan orientasi pada nilai tambah hasil pertanian.

“Supaya pertanian dari pengolahan hasil hingga pasca panen petani bisa mengangkut hasil panennya. Sehingga biaya produksi tidak terlalu mahal, hasil jual bisa meningkat. Sehingga berdampak kesejahteraan petani,” paparnya.

Meskipun demikian kata Risvandika, perlu juga penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pasalnya ini penting untuk mewujudkan masyarakat pertanian yang maju dan berdaya saing.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved