Tribunners

Pengelolaan Kinerja Guru di PMM: Menuju Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Melalui PMM, para pendidik diberikan platform yang memungkinkan mereka untuk terus belajar, berinovasi, dan memperbaiki metode pengajaran mereka

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Syahrial S.T. - Guru Madya di SMAN 1 Damar 

Oleh: Syahrial, S.T. - Guru Madya di SMAN 1 Damar

"Evaluasi kinerja bukanlah batas, melainkan cermin bagi guru untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik dalam pendidikan."

PLATFORM Merdeka Mengajar (PMM) telah menjadi sorotan utama dalam memperkenalkan revolusi bagi para pengajar, menjadi sebuah landasan kokoh untuk menetapkan standar kinerja yang tak hanya memajukan guru, tetapi juga memberikan anugerah pembelajaran yang berkualitas bagi para murid.

Dengan sorotan yang tajam pada pengelolaan kinerja, PMM menjadi katalisator bagi pencapaian sasaran kinerja yang tak sekadar angka, melainkan cerminan dari sebuah keunggulan pendidikan yang menyeluruh.

Tiga tahapan kritis dalam proses pengelolaan kinerja ini mengukir perjalanan panjang yang menghubungkan visi kebutuhan pendidikan dengan upaya pengembangan karier guru, membentuk fondasi utama bagi kesuksesan di ruang kelas.

Pergulatan tak kenal lelah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran merajut benang merah dalam setiap langkah pengelolaan kinerja di PMM. Mewujudkan misi utama untuk menciptakan generasi yang terampil dan berpengetahuan, PMM menjadi panggung tempat di mana guru menari dalam proses evaluasi yang mendalam, mendorong mereka untuk meraih ekselen di ranah pengajaran.

Inilah wahana di mana para pencerah masa depan - para guru - meniti perjalanan yang terstruktur, mulai dari perencanaan yang cermat hingga penilaian teliti, semuanya bertujuan untuk mengangkat kualitas pembelajaran ke puncak tertinggi.

* Perencanaan
Tahap perencanaan dalam pengelolaan kinerja guru di PMM menjadi panggung awal yang krusial bagi proses pengembangan. Melalui langkah ini, guru memiliki kesempatan untuk menyusun strategi yang lebih terfokus guna meningkatkan kinerja mereka pada indikator rekomendasi. Rapor pendidikan yang terintegrasi di PMM menjadi landasan utama dalam mengarahkan langkah-langkah perbaikan ini.

Dengan adanya data ini, para pendidik dapat melakukan analisis mendalam terhadap pencapaian mereka, menyoroti area-area spesifik yang memerlukan peningkatan. Dari hasil evaluasi ini, guru dapat menetapkan tujuan yang lebih konkret dan terukur, memungkinkan mereka untuk mengarahkan upaya ke area-area yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Platform Merdeka Mengajar, dengan menyediakan data yang terkait dengan kinerja sebelumnya, memberikan pandangan yang jelas dan terperinci bagi guru dalam menyusun rencana perbaikan. Dari sini, guru dapat memilih pendekatan yang tepat, mengidentifikasi strategi yang paling efektif untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Keunggulan dari tahap perencanaan ini terletak pada kemampuannya memberikan pemahaman yang mendalam, tidak hanya mengenai kekurangan yang ada, tetapi juga menawarkan arah yang jelas bagi para pendidik untuk mencapai sasaran kinerja yang lebih optimal.

* Pelaksanaan
Di tahap pelaksanaan, peran kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin kualitas pengajaran. Melalui observasi kelas, kepala sekolah tidak hanya mengamati, tetapi juga mengevaluasi praktik pengajaran yang dilakukan oleh para guru.

Dalam prosesnya, mereka menggunakan rubrik yang telah tersedia di PMM sebagai panduan untuk menilai setiap aspek dari pembelajaran di kelas. Observasi kelas tidak hanya sebatas mengukur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kepala sekolah untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru-guru. Dengan demikian, observasi kelas bukan hanya sekadar alat evaluasi, tetapi juga sebuah proses interaktif yang memperkuat komunikasi antara pimpinan sekolah dengan staf pengajar.

Langkah ini bukan hanya memberikan tinjauan langsung terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan, tetapi juga memberikan peluang bagi guru untuk berkembang lebih jauh. Observasi kelas menciptakan lingkungan di mana para guru dapat memperbaiki metode pengajaran mereka secara kontinu.

Dukungan dan umpan balik yang didapatkan dari observasi kelas dapat menjadi landasan untuk perbaikan yang berkelanjutan, mengarah pada pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna bagi para siswa. Dalam esensi yang lebih luas, observasi kelas adalah momen kolaboratif di mana pengelolaan kinerja bukan hanya mengukur, tetapi juga membangun komunitas pembelajaran yang saling mendukung dan memajukan mutu pendidikan.

* Penilaian
Pada tahap penilaian yang merupakan puncak dari proses pengelolaan kinerja, kepala sekolah memainkan peran krusial dalam mengevaluasi pencapaian guru. Rangkuman yang dihasilkan dari penilaian ini tidak hanya menjadi panduan bagi kepala sekolah dalam menetapkan predikat kinerja guru, tetapi juga menjadi data kunci yang terintegrasi dengan sistem e-Kinerja Badan Kepegawaian Negara.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved