Jumat, 17 April 2026

Berita Viral

Geger, Bocah Ini 'Disunat Jin' Usai Kencing di Kali, Begini Keterangan Medis

Geger, Bocah Ini ''Disunat Jin'' Usai Kencing di Kali, Begini Keterangan Medis. Benarkah bisa disunat jin, simak ulasannya

|
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: fitriadi
SuryaTribunnews/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi Sunat 

Kondisi A pun dipastikan tidak masuk ke dalam golongan ODGJ namun hanya alami trauma.

Apa sebenarnya bahaya tidak disunat?

Dikutip dari Hallosehat.com, bahaya alat kelamin pria jika tidak disunat ada beragam.

Penis yang tidak disunat membutuhkan perawatan ekstra.

Anda harus benar-benar menjaga kebersihan penis dengan benar.

Tarik kulit kulup sampai berada pada posisi yang nyaman dan bersihkan kepala penis yang terlihat sampai bersih.

Setelah membersihkannya, pastikan tidak ada sisa sabun yang bisa menyebabkan iritasi kulit sensitif pada kepala penis.

Selain itu, penis yang tidak disunat lebih rentan terhadap bakteri atau agen penyakit tertentu, sehingga kebersihannya harus benar-benar Anda perhatikan.

Jika tidak, maka anak laki-laki hingga pria dewasa yang tidak disunat bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti berikut ini.

1. Penyakit menular seksual

Laki-laki yang tidak disunat lebih berisiko mengalami gonore dan peradangan pada uretra.

Penyakit menular seksual lainnya, seperti sifilis, human papillomavirus, herpes simplex, juga lebih sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat.

Selain itu, adanya kulit kulup pada laki-laki yang tidak disunat juga merupakan faktor risiko utama dari infeksi HIV.

Pria yang tidak disunat memiliki risiko infeksi HIV sampai 2-8 kali lebih besar dibandingkan dengan pria yang disunat.

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan agen yang menyebabkan penyakit menular seksual lebih rentan terjadi pada laki-laki yang tidak disunat.

Penghilangan kulup atau sunat dapat melindungi laki-laki dari berbagai penyakit ini.

2. Kanker penis

Kanker penis bisa terjadi pada laki-laki yang tidak disunat, bahkan kondisi ini berisiko lebih besar menyebabkan kematian hingga 25 persen.

Penelitian juga menunjukkan kanker penis 20 kali lebih jarang ditemukan pada laki-laki yang disunat dibandingkan mereka yang tidak.

Selain kanker penis, laki-laki yang tidak disunat juga lebih berisiko menderita kanker prostat.

Menurut sebuah studi pada tahun 2012, pria yang melakukan sunat sebelum hubungan seksual pertama kali memiliki penurunan risiko 15 persen terhadap kanker prostat.

3. Peradangan atau infeksi penis

Penis yang tidak disunat dapat mengalami berbagai peradangan, seperti peradangan pada kepala penis (balanitis), peradangan pada kulup (posthitis), dan peradangan pada kepala penis dan kulup (balanoposthitis).

Laki-laki yang tidak disunat juga bisa mengalami fimosis, yaitu ketidakmampuan kulit kulup untuk ditarik kembali ke belakang.

Selain itu, ia juga berisiko mengalami parafimosis, yaitu kondisi penis terjepit karena kulup yang tidak dapat kembali ke posisi normal.

Kedua kelainan kulit kulup pada penis pria ini biasa terjadi pada mereka yang tidak disunat.

Risiko penyakit ini lebih rendah atau hilang sepenuhnya pada pria yang telah disunat karena kulit kulup sudah dihilangkan.

Diolah dari artikel TribunJatim.com dan TribunJakarta.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved