Tribunners

Revitalisasi Kota

Menghidupkan gairah kota lama untuk aset wisata dapat bernilai lebih dengan revitalisasi bangunan bersejarah

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

SALAH satu kekhasan yang dimiliki oleh suatu kota adalah kawasan kota lama atau pelestarian kawasan bersejarah. Tak heran bila isu pelestarian kawasan bersejarah, terutama kota-kota tua atau kota lama, sudah menjadi tren belakangan ini. Kota-kota di Indonesia sudah melirik potensi ini. Sebut saja Jakarta dengan “Kota Tua”-nya.

Dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya disebutkan kriteria bangunan cagar budaya. Benda, bangunan, atau struktur benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, atau
struktur cagar budaya kalau usianya sudah 50 tahun, mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan, serta memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Bangunan cagar budaya merupakan warisan yang sangat penting dan nilainya sebagai sumber sejarah maupun inspirasi bagi kehidupan bangsa di masa kini dan masa yang akan datang sehingga diperlukan upaya-upaya pelestarian terhadap benda cagar budaya. Menerapkan pelestarian kawasan-kawasan bersejarah maupun bangunan-bangunan bersejarah yang dianggap sebagai cagar budaya arsitektur.

Toboali sebagai ibu kota Kabupaten Bangka Selatan memiliki bangunan khas yang amat penting. Bangunan lama Kota Toboali berlokasi di kawasan Gudang Beras atau kini lebih populer dengan sebutan  "Himpang Lime ", mulai dari Wisma Samudera, Benteng Toboali, Gudang Beras, hingga bangunan Gedung Nasional. Maklum kawasan itu memang dahulu dikenal sebagai pusat pemerintahan era Toboali masih berstatus sebagai kawedanan dan kecamatan, sebelum kantor Kecamatan Toboali berpindah ke kawasan Jalan Sudirman, Simpang Kepo.

Kita bisa belajar dari kota lain. Kisah menarik bisa kita dapat dari Kota Sawahlunto, kota bekas kota tambang batu bara peninggalan kolonial Belanda yang kini menjadi kawasan wisata yang sedang mempersiapkan diri menjadi situs warisan dunia. Modal Sawahlunto adalah ada puluhan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda di kota ini yang kondisinya terawat baik.

Bangunan bersejarah yang ada di Indonesia, bukan saja bangunan-bangunan yang ditinggalkan oleh Belanda, tetapi ada pula yang peninggalan tempo dulu seperti rumah ibadah, termasuk bangunan yang bercirikan etnis tertentu, seperti Tionghoa dan Arab. Pada sisi lain, pemerintah daerah berlomba-lomba membangun bangunan baru untuk landmark daerah dengan alasan jadi ikon baru daerah untuk menggaet wisatawan.

Menghidupkan gairah kota lama untuk aset wisata dapat bernilai lebih dengan revitalisasi bangunan bersejarah. Dalam UU Cagar Budaya juga ada panduan untuk revitalisasi bangunan bersejarah itu. Dalam Pasal 80 disebutkan, revitalisasi potensi situs cagar budaya atau kawasan cagar budaya memperhatikan tata ruang, tata letak, fungsi sosial, dan/atau lanskap budaya asli berdasarkan kajian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revitalisasi adalah proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Sebagai istilah dalam bidang pelestarian arsitektur dan perencanaan kota, “revitalisasi” adalah upaya untuk menghidupkan kembali sebuah bangunan, distrik/kawasan kota yang telah mengalami degradasi melalui intervensi fisik dan nonfisik, yaitu sosial dan ekonomi (Tiesdel, 1996).

Revitalisasi dilakukan dengan menata kembali fungsi ruang, nilai budaya, dan penguatan informasi tentang cagar budaya. Revitalisasi cagar budaya dan bangunan bersejarah harus memberi manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempertahankan ciri budaya lokal.

Revitalisasi bukan membongkar bangunan lama untuk diganti dengan bangunan kekinian. Apalagi dengan meniadakan filosofi yang termiliki oleh bangunan- bangunan istimewa karya masa lampau yang berkarakter itu. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved