Tribunners

Waspada Sebelum Nelangsa

Di musim sulit seperti sekarang ini, yang mana harga bahan pokok naik dan pemasukan minim, rentan sekali terjadi tindak kejahatan berupa pencurian

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Andre Pranata, S.Pd. - Guru SMPN 2 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah 

Oleh: Andre Pranata - Guru SMPN 2 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah

ADA pepatah berkata, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Pepatah tersebut haruslah direnungi dan diresapi secara mendalam. Pepatah tersebut terjadi di kehidupan bermasyarakat. Pepatah tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Namun, yang terjadi kini banyak yang mengabaikan kata “aman” sehingga membuat terlena. Banyak kasus kejahatan terjadi bukan hanya dari niat pelakunya, namun berasal dari kesempatan yang ada. Misalkan si A yang tidak punya niat untuk melakukan kejahatan, tetapi di tengah perjalanan si A melihat ada kesempatan untuk berbuat jahat, maka kejahatan terjadi.

Di musim sulit seperti sekarang ini, yang mana harga bahan pokok naik dan pemasukan minim, rentan sekali terjadi tindak kejahatan berupa pencurian. Sebagai manusia normal, seharusnya meningkatkan kewaspadaan dan menutup celah kejahatan yang berpotensi menimpa diri.

Contoh kewaspadaan yang harus dilakukan adalah berkaitan dengan barang pribadi berupa motor dan lain-lain. Banyak kasus pencurian bermotor bermula karena kelalaian penggunanya yang terkadang tidak melepas kunci motor di kala parkir di pinggir jalan atau pengendara motor yang tidak mengunci setang kendaraannya sehingga memudahkan para maling untuk melancarkan aksinya.

Di kota besar, memang sangat sering terjadi kemalingan dan kehilangan kendaraan. Hal tersebut dikarenakan pendapatan yang tidak menentu dan perut yang lapar, sementara tanggungan di rumah banyak menguras dana.

Pencuri tidak mengenal asal daerah. Bisa saja tetangga bahkan teman sendiri yang mencuri. Bisa saja warga lokal dan warga interlokal yang menjadi pelaku pencurian. Untuk mengurangi celah pencurian, harusnya kewaspadaan ditingkatkan. Contohnya adalah melakukan penguncian motor dengan sempurna atau mengunci dan menutup rumah rapat-rapat. 

Daerah aman bukan berarti tidak ada kejahatan. Sekali lagi, kejahatan bukan hanya dari niat, tetapi adanya kesempatan merupakan faktor yang menentukan. Aman bukan berarti lalai dan menganggap remeh. Sebaliknya, aman adalah alasan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kerugian.

Bukan hanya kendaraan, tetapi barang-barang juga harus disimpan dengan aman. Banyak yang kehilangan barang karena disimpan di tempat sembarangan. Sial tidak mengenal hari, begitu kata orang bijak. Hari sial tidak ada di kalender, bisa saja terjadi kapan pun. Kalau tidak waspada, nelangsa akan menerpa. Mari bantu diri sendiri dan pihak keamanan untuk selalu waspada dan menjaga keamanan dengan cara mengawasi dan meletakkan barang-barang berharga di tempat yang aman.

Waspada sebelum nelangsa akan mengurangi tingkat kejahatan apa pun. Tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan, apalagi di musim sulit sekarang ini. Kejahatan tidak mengenal KTP dan tidak mengenal tempat. Waspadalah! (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved