Selasa, 28 April 2026

Sosok Devi Mantan Bintang Iklan Bodrex yang Kini Jualan Tempe di Amerika, Dagangan Laris Manis

Usai menikah dengan suaminya yang merupakan seorang bule, Devi pindah dan tinggal di negara Paman Sam tersebut...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Dedy Qurniawan
Tribun
Sosok Devi Mantan Bintang Iklan Bodrex yang Kini Jualan Tempe di Amerika, Dagangan Laris Manis 

BANGKAPOS.COM -- Seorang mantan bintang iklan Bodrex bernama Devi kini berjualan tempe di Amerika.

Usai menikah dengan suaminya yang merupakan seorang bule, Devi pindah dan tinggal di negara Paman Sam tersebut.

Devi pindah ke Amerika Serikat bersama sang suami yaitu Charles, dan dia kini jadi seorang ibu rumah tangga.

Ternyata Devi bukan hanya membintangi iklan Bodrex saja, wajahnya juga kerap muncul dalam iklan Djarum Super, dan iklan kulit manggis.

Tak lagi tinggal di Indonesia, wajah Devi sudah tak pernah muncul di layar kaca Tanah Air.

Lama tak terdengar kabarnya, artis cantik ini ternyata kini jualan tempe.

Melalui kanal YouTube Devi & Charles, mantan bintang iklan ini sering membagikan kesibukannya dalam menjual tempe.

Pasca menikah dan menetap di Amerika, Devi mencoba peruntungan dengan berjualan tempe dan aktif di YouTube.

"Karena Devi seorang pekerja keras, aku tidak ingin dia merasa bosan di sini."

"Jadi kalau dia bekerja, dia bahagia." jelas Charles.

"Dulu dia bintang iklan, sekarang jadi penjual tempe," bebernya.

Ia berjualan tempe menggunakan bahan baku kedelai yang ada di supermarket-supermarket di AS.

Ternyata tempe merupakan salah satu makanan yang paling diburu di Amerika.

Tempe buatannya sampai diserbu oleh sebagian teman komunitas orang di Indonesia.

Siapa sangka, dagangan Devi laris manis di Amerika.

"Dia bilang selamat pagi. Aku dan teman mau pesan 10 tempe." jelas Devi.

"Ya tuhan, aku enggak pernah menyangka, 10 tempe untuk minggu depan hari Sabtu," ucap Devi.

"Kalau begitu kita harus pergi mencari bahan-bahannya,"

"Iya, kita harus membeli kacang kedelai. Semoga ini berjalan dengan baik untuk bisnis kita," sambungnya.

Berdagang tempe ditemani oleh suaminya, Devi pun makin bersemangat berjualan.

Devi melihat peluang jika berjualan tempe adalah salah satu penghasilan yang menjanjikan.

Biasanya, ia membuat pada hari Rabu, setelah melewati prosesnya, tempe itu pun jadi pada hari Sabtu.

"Sekarang sudah Sabtu pagi, tempe-tempe alhamdulillah jadi dengan baik." ujarnya.

"Sekarang ada di dalam freezer karena yang beli ingin dalam keadaan beku," kata Devi.

Devi sudah mempunyai pelanggan tetap bernama Reni. Dia kerap memborong dagangan tempe buatan Devi.

"Alhamdulillah rezeki perantau dan istri soleha. Tempe sudah dibawa dan semoga mereka suka ya," ujarnya.

Devi membanderol tempe buatannya dengan harga Rp450 ribu untuk 10 buah.

Pertemuan Devi dengan Charles 

Di sisi lain, pertemuan Devi dan Charles ternyata terjadi di Bandung.

Mereka bertemu pada tahun 1994 lalu di sebuah pesta dan keduanya langsung jatuh hati.

"Aku sebenarnya lahir dan dibesarkan di Jakarta. Tetapi sempat bersekolah di Bandung," jelasnya.

Kemudian, mereka bertemu di Texas, AS. Pertemuan mereka membuat Devi dan Charles resmi menjalin hubungan serius.

Hubungan mereka terpaksa berakhir karena faktor agama, usia dan berbagai perbedaan.

Setelah 20 tahun, mereka bertemu di Indonesia tepatnya 2018 lalu.

"Aku telah lama mencarinya selama 23 tahun dan berhasil menemukannya," ujar Charles.

"Kalau jodoh, kita tidak pernah tahu kapan, di mana, bagaimana, dan kita tidak pernah tahu dengan siapa akan berjodoh."

"Aku sangat bersyukur kamu telah menemukanku," kata Devi.

(Bangkapos.com/TribunJatim.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved