Selasa, 14 April 2026

Berita Viral

Terkuak Sosok Sappe Pria yang Nangis Curhat soal Nasib Nelayan ke Anies, Ternyata Caleg PKS

Sosok pria itu adalah Sappe. Ia mewakili para nelayan dan petani Sulawesi Selatan (Sulsel), mengadukan nasib petani dan nelayan kepada Anies Baswedan

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Tribun
Terkuak Sosok Sappe Pria yang Nangis Curhat soal Nasib Nelayan ke Anies, Ternyata Caleg PKS 

BANGKAPOS.COM -- Terkuak sosok pria yang nangis curhat ke Anies Baswedan saat kampanye di Parepare terkait nasib nelayan.

Sosok pria itu adalah Sappe.

Ia mewakili para nelayan dan petani Sulawesi Selatan (Sulsel), mengadukan nasib petani dan nelayan kepada Anies Baswedan.

Diketahui, Anies Baswedan mengadakan kampanye di Lapangan Lampue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (6/2/2024).

Dalam kampanye itu, salah satu yang menjadi sorotan adalah seorang pria yang mewakili nelayan mengadu nasib masyarakat kepada Anies Baswedan.

Dengan iringan isak tangisnya, pria bernama Sappe itu memohon kepada Anies agar melakukan perubahan bagi nasib nelayan di Sulawesi Selatan.

"Saya atas nama Sappe mewakili seluruh lapisan masyarakat khususnya Sulawesi Selatan, masyarakat nelayan yang selama ini,"

"di mana kami susah mendapatkan bahan bakar pak," ucap Sappe sambil menangis.

"Di mana sulit mendapatkan Pak. Begitu juga dengan saudara-saudara kami para petani, sudah sulit, mahal lagi Pak."

"Oleh karena itu Pak, kami tidak butuh makan gratis, kami tidak butuh susu gratis Pak, yang kami butuhkan kesetaraan Pak," jelas Sappe.

Untuk itu, Sappe mewakili para nelayan meminta agar perbuhan terhadap nasib para nelayan

"Kami mohon pak, saya mewakili para nelayan dari Sulawesi Selatan meminta agar ada perubahan terhadap nasib kami," kata Sappe di hadapan Anies Baswedan.

Sappe mengatakan bahwa dirinya tidak ingin makan gratis, begitupun dengan susu gratis.

"Namun yang kami butuhkan adalah kesetaraan hidup, agar kami lebih sejahtera," ujarnya.

"Kami ingin perubahan, kami susah mendapatkan bahan bakar, bahkan para petani juga susah untuk mendapatkan pupuk," beber Sappe.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved