Rabu, 15 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Beras Premium Terus Merangkak Naik, Ini yang Jadi Penyebab Naiknya Harga Beras

Harga beras terpantau masih melanjutkan kenaikan.Bahkan cetak rekor baru dan semakin menjauhi harga eceran tertinggi (HET).

|
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Stok beras di gudang distributor beras di Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga beras terpantau masih melanjutkan kenaikan.

Bahkan cetak rekor baru dan semakin menjauhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sejak Maret 2023 lalu.

Harga beras premium ditingkat ritel modern di Pangkalpinang kini menginjak harga Rp79.000 untuk kemasan 5 kilogram (Kg).

Dinas Koperasi Perdagangan (Diskopdag) dan UMKM Kota Pangkalpinang mencatat harga beras premium perkilogramnya di pasar pagi kampung melayu sebesar Rp16.933 dan beras medium Rp15.933 per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan (Diskopdag) dan UMKM Andika Saputra menyebut, memang ada kenaikan harga beras di sejumlah pasar dan ritel modern.

Dia menduga, kenaikan harga beras ini diakibatkan oleh panen yang tidak merata dibeberapa daerah.

"Ada juga kendala di pengiriman dari kapal ke kita yang masih terhambat karena gelombang besar, tapi secara keseluruhan sebetulnya stok aman," kata Andika kepada Bangkapos.com, Kamis (15/2/2024).

Diakuinya, kenaikan harga beras memang bukan terjadi di Pangkalpinang saja. Tapi secara Nasional dan terjadi disemua daerah.

"Berdasarkan data minggu lalu diketahui bahwa dari 38 Provinsi se Indonesia, tercatat hanya 10 Provinsi yang harga berasnya tidak mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras dipicu dari menurunnya hasil produksi beras di tingkat petani," ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, musim tanam akibat kemarau berkepanjangan juga dianggap menjadi faktor yang memicu kenaikan harga beras

"Saat ini pemerintah pusat akan segera melakukan importase beras untuk mengendalikan harga beras dalam negeri," jelas Andika.

Andika meminta, dengan kenaikan harga beras ini masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok tetap terjaga.

"Persoalan stok tetap terjaga, berkenaan dengan harga kita tetap mengikuti kesesuaian harga secara Nasional. Kami Diskopdag bersama ibuk Pj wali kota juga terus memantau ini," kata Andika.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved