Selasa, 28 April 2026

Berita Viral

Sosok Pramaditya Wicaksono, Guru Besar Termuda UGM Baru Berusia 35 tahun

Sosok guru besar termuda Universitas Gajah Mada atau UGM bernama Pramaditya Wicaksono. Kini ia baru berusia 35 tahun 11 bulan.

Editor: M Zulkodri
DOK.UGM
Sosok guru besar termuda Universitas Gajah Mada atau UGM bernama Pramaditya Wicaksono. Kini ia baru berusia 35 tahun 11 bulan. 

Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Departemen Sains Informasi Geografi di Fakultas Geografi UGM .

Sejumlah jabatan lain di Fakultas Geografi yang diembannya saat ini adalah Koordinator Coastal Biodiversity Remote Sensing Group, Koordinator Blue Carbon Research Group,

Pembina Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi (HMSaIG), serta Editorial Board of Indonesian Journal of Geography (IJG).

Sebelumnya ia sempat menjadi Sekretaris Unit Kerja Sama Dalam Negeri (UKDN) Fakultas Geografi dan Sekretaris Departemen Sains Informasi Geografi (SaIG).

Pada level internasional, saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua WG V/5 – Education and Awareness in Blue Economy and Coastal Marine Environment, Commission V ISPRS (The International Society for Photogrammetry and Remote Sensing).

Dkutip dari Kompas.com, Prama menyelesaikan pendidikan S1 program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi UGM pada tahun 2008 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan.

Lalu, melanjutkan pendidikan S2 Geografi di Fakultas Geografi UGM tahun 2008 sampai 2010 dengan memanfaatkan Beasiswa Unggulan Dikti.

Tak hanya sampai disitu, Prama juga berhasil menyelesaikan pendidikan S3 Geografi atau Penginderaan Jauh, Joint Program Fakultas Geografi UGM dan ITT TH Koeln, Jerman di tahun 2015 dengan beasiswa program CNRD (Centers for Natural Resources and Development) melalui pendanaan dari DAAD Jerman.

Dalam pidato pengukuhan Guru Besar UGM beberapa waktu lalu, Prama memaparkan terkait pemetaan dan pemantauan padang lamun menggunakan metode penginderaan jauh.

Metode ini menjadi solusi paling efektif dan efisien dalam melakukan pemetaan dan pemantauan untuk memahami secara komperehensif kondisi spasial dan temporal ekosistem padang lamun.

Prama menambahkan, bahwa Indonesia memiliki potensi padang lamun mencapai 1.847341 hektare, tetapi hanya 294.464 hektare yang telah terverifikasi.

(TribunJogja.com/Hanif Suryo/ Kompas.com/Sandra Desi Caesaria, Mahar Prastiwi)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved