Sabtu, 25 April 2026

Berita Viral

Vincent Rompies Pernah Kecam Aksi Pembully, Kini Anak Diduga Terlibat Kasus Bully di Sekolah

Kepada Vincent Rompies dan Desta, Dani Aditya mengaku sering dibully saat masih sekolah karena dirinya merupakan penyandang disabilitas.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Kolase Tribun Bogor
Vincent Rompies Pernah Kecam Aksi Pembully, Kini Anak Diduga Terlibat Kasus Bully di Sekolah 

Mulai dari tangkapan layar kronologi kejadian, foto gerombolan remaja yang diduga pelaku dengan wajah disamarkan, hingga seseorang yang diduga korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Izin Pak Kapolri @ListyoSigitP cc @DivHumas_Polri @_poldabanten , mohon dilakukan pendalaman," tulis akun tersebut di postingan lain.

Salah satu akun warganet pun turut membalas cuitan tersebut dan menceritakan kronologi terkait dugaan perundungan di sekolah tersebut.

Ia bahkan menuliskan jika salah satu pelakunya ialah anak dari artis Vincent Rompies.

"Anak-anak itu salah satunya kalau gasalah anaknya artis V****nt R***pies namanya L*****s R****** anak kelas 12 di Binus School Serpong,"

"mereka menghabisi anak itu tanpa ampun sampai kulitnya terbakar di sundut rokok dan tidak hanya itu di pukul pake kayu ramai-ramai divideoin," cuit akun @ErikEst23462141.

Diketahui, korban yang merupakan adik kelas dianiaya oleh kakak kelas yang tergabung dalam GENG TAI (GT).

Kronologi Perundungan yang Melibatkan Anak Vincent

Anak artis Vincent Rompies, yakni Farrel Legolas Rompies, diduga sebagai pelaku bullying. Korbannya adalah adik kelasnya di Binus School Serpong.

Kabar dugaan perundungan tersebut dibenarkan oleh pihak sekolah. Termasuk membenarkan salah satu pelakunya adalah anak Vincent Rompies.

Aktor Teuku Zacky, melalui postingannya, tampak mengetahui kronologi perundungan tersebut.

Informasi itu ia peroleh dari ibu salah satu korban.

"Cerita yang saya dapatkan, ini dilakukan oleh sekelompok geng anak sekolah tersebut kepada adik kelasnya yang katanya dilakukan sebagai 'test fisik' untuk masuk ke geng tersebut," tulis Teuku Zacky.

Peristiwa perundungan dimulai pada Senin, 12 Februari 2024, ketika korban mengalami kekerasan fisik. 

Korban diikat di tiang, diludahi secara bergantian, dicekik, dipukuli dengan kayu dari belakang, dan dianiaya di bagian perutnya oleh anggota geng di depan banyak orang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved