MotoGP 2024
Quartararo soal Progres Motor Yamaha di MotoGP Qatar 2024: Ini Tak Bisa Diterima
"Masalahnya sama seperti sebelum ini. Cengkeramannya buruk, Sekalipun kami memasang ban baru dan mulai mengejar..."
BANGKAPOS.COM -- Kecemasan terjadi di internal tim Yamaha, terkait performa yang tidak memiliki kemajuan signifikan pada tes pramusim MotoGP Qatar 2024.
Kecemasan tersebut termasuk pada Fabio Quartararo.
Optimisme Juara Dunia 2021 itu seolah perlahan terkikis setelah Yamaha tak mampu memberikan banyak bukti tentang kemajuang mereka pada tes MotoGP Qatar selama dua hari, 19-20 Februari 2024 di Sirkuit Lusail.
Di sirkuit yang pernah dimenangi Quartararo pada 2021 lalu, Yamaha tidak menunjukkan hasil yang memuaskan sama sekali.
Pebalap Yamaha, Fabio Quartararo, masih jauh dari puas dengan perkembangan motor M1 versi 2024 pada sesi tes pramusim MotoGP di Qatar pada Senin (19/2/2024).
Fabio Quartararo mengikuti sesi hari pertama tersebut dengan menempati peringkat ke-10 lewat catatan waktu terbaik 1 menit 52,637 detik.
Fabio Quartararo berhasil menyelesaikan total 58 putaran di lintasan Sirkuit Internasional Losail.
Kendati mencatatkan salah satu top speed tertinggi di sesi tersebut, pebalap asal Perancis ini masih mengeluhkan cengkeraman motornya yang membuat catatan waktunya masih tercecer di papan tengah.
Baca juga: Hasil Tes MotoGP Qatar 2024: Pecco Bagnaia Dibuntuti Marc Marquez dan Maverick Vinales
"Masalahnya sama seperti sebelum ini. Cengkeramannya buruk," ujar Quartararo di Motorsport.com.
"Sekalipun kami memasang ban baru dan mulai mengejar waktu, saya tidak melihat adanya perbaikan," tuturnya.
"Dengan ban yang sudah menyelesaikan 11 lap, saya hanya 0,2 detik lebih lambat dibandingkan dengan ban baru. Ini tidak bisa diterima," keluh Quartararo.
Pebalap asal Perancis pertama yang jadi juara di kelas premier Kejuaraan Dunia itu bahkan mengutarakan bahwa pergantian ban tidak membawa perubahan apa-apa.
"Sama saja, sangat agresif di atas motor. Ketika kami memasang ban baru, pada dasarnya tidak ada perubahan," tutur pebalap berusia 24 tahun ini.
Ia menambahkan bahwa halangan ini kurang lebih sama seperti musim-musim sebelumnya.
"Seperti sektor tiga, saya tidak tahu di mana bisa kehilangan waktu dari Pecco Bagnaia, yang menggunakan ban medium," lanjut juara dunia MotoGP 2021 ini.
Dia pun melihat apa yang terjadi sebagai suatu kekurangan yang harus ditangani dengan cepat oleh Massiomo Bartolini sebagai direktur teknis Yamaha yang baru pindah dari Ducati tahun ini.
"Bersama Max (Bartolini, direktur teknis), yang datang dari Ducati, kami melakukan beberapa perubahan besar di mana pada masa lalu kami lakukan sedikit demi sedikit," ujarnya.
Fabio Quartararo Tertampar Fakta Miris Yamaha Usai Tes Qatar
Sebelumnya, pada tes pramusim MotoGP Qatar 2024, pebalap Yamaha Fabio Quartararo masih belum menunjukkan performanya.
Optimisme Juara Dunia 2021 itu seolah perlahan terkikis setelah Yamaha tak mampu memberikan banyak bukti tentang kemajuan mereka pada tes MotoGP Qatar selama dua hari, 19-20 Februari 2024 di Sirkuit Lusail.
Di sirkuit yang pernah dimenangi Quartararo pada 2021 lalu, Yamaha tidak menunjukkan hasil yang memuaskan sama sekali.
Yang ada malah sepertibentuk kemunduran karena tim-tim kompetitior mengalami kemajuan yang cukup cepat.
Quartararo finis di tempat ke-10 pada hari pertama, lalu di peringkat ke-14 pada hari kedua tes.
Ironisnya, posisi-posisi yang diraih El Diablo itu adalah yang paling bagus dibandingkan pembalap Yamaha lainnya, di mana Alex Rins dan test rider Cal Crutchlow finis lebih pelan.
Gara-gara hasil yang tidak terlalu signifikan ini, pabrikan berlogo garpu tala semakin terlihat ketinggalan bahkan oleh tim KTM dan Aprilia. Dengan Ducati, jangan ditanya, jauh lebih miris jaraknya.
Kekhawatiran pun menyelimuti Quartararo sendiri dan bahkan Direktur Tim Massimo Meregalli.
Masalah Yamaha masih sama, ditekankan pada persoalan grip ban belakang.
Berbagai cara sudah dilakukan, termasuk seperti menguji knalpot baru yang lebih panjang untuk meningkatkan penyaluran tenaga, dengan harapan dapat mengoptimalkan kinerja dengan ban lunak baru selama serangan waktu (time attack). Tapi, hasilnya nihil.
Saat mengejar waktu, M1 Yamaha juga sering lebih dulu mencapai batasnya ketika motor tim lain masih bisa melakukan hal lebih. Ini juga yang membuat Quartararo merasa seakan tak bisa melakukan apa-apa lagi di atas lintasan.
"Cengkeraman ban belakang adalah salah satu masalah utama. Saya berada di belakang Enea Bastianini dalam simulasi sprint dan saya bisa lihat banyak hal yang mereka (Ducati) lakukan jauh lebih baik daripada kami," ujar Quartararo dikutip BolaSport.com dari Speedweek.
"Pada saat tertentu, motor kami tidak berfungsi lagi (sudah mentok). Tapi saya yakin kami masih punya ruang untuk berkembang," kata Quartararo berusaha tetap yakin.
"Tapi kami harus menemukan hal-hal yang bisa memberi kami lebih banyak cengkeraman. (Soal knalpot) itu tidak terlalu memberi kami banyak cengkeraman."
"Knalpotnya memiliki beberapa sisi positif dan negatif, tapi saya memutuskan untuk tetap menggunakannya."
Hal-hal semacam ini memang makin lama bisa membuat rasa optimisme Quartararo bisa memudar.
Meski begitu, dia enggan putus asa. Pembalap asal Prancis itu masih percaya pada Yamaha. Hanya saja, tidak untuk 3-4 bulan ke depan.
Menurut Quartararo, sampai pertengahan musim, mungkin Yamaha akan tetap stagnan.
Kehadiran insinyur eks Ducati Massimo Bartolini dan Marco Nicotra juga mungkin baru bisa dirasakan pada paruh kedua. Mungkin.
"Insinyur baru yang datang dari Si Merah memulainya enam minggu lalu. Kami membutuhkan lebih banyak waktu dan kami juga butuh lebih banyak pengujian (tes)," jelas Quartararo.
"Saya pikir, kami perlu 3-4 bulan lagi untuk melihat kemajuan motor kami. Mudah-mudahan itu akan terlihat."
"Saya tetap percaya pada proyek ini. Meski saat ini sangat rumit (situasinya), saya merasa mereka sudah melakukan yang terbaik di Yamaha. Saya tidak memikirkan masa depan saya (pindah atau menetap) dalam 3-4 bulan ini. Saya sedang berpikir untuk meningkatkan motor kami," tutup Quartararo.
(*/ Kompas.com/ bolasport.com)
| Bakal Ada Kejutan di HUT ke-75 MotoGP, Pembalap Akan Balapan dengan Corak Retro di Silverstone |
|
|---|
| MotoGP India 2024 Resmi Dibatalkan, Sirkuit Negara Mana yang Menggantikannya? |
|
|---|
| TERUNGKAP Marc Marquez Minta Ducati Menjadikannya Nomor 1, Minta Motor Pabrikan di 2025 |
|
|---|
| Jadwal MotoGP 2024: Jorge Martin Ingin Gacor, Pecco Bagnaia Bisa Pecahkan Rekor Sang Guru Rossi |
|
|---|
| Baru Setahun di Ducati Gresini, Marc Marquez Buka Peluang Pindah di Tahun 2025, Ke Mana? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240221-Pembalap-Monster-Energy-Yamaha-Fabio-Quartararo.jpg)