Tribunners

Sulap Sampah Jadi Rupiah Melalui Program P5

Contoh hasil program P5 “Sulap Sampah Jadi Rupiah” ini berdasarkan pengalaman penulis biasanya berbentuk karya kerajinan tangan.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Rudiyanto, S.Pd. - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan 

Oleh: Rudiyanto, S.Pd. - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Bangka Selatan

DUNIA pendidikan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus menggalakkan  program-program unggulan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan nasional. Sebagai contoh, Kemendikbudristek saat ini tengah  mentransformasi kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka yang di dalamnya terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dikenal dengan P5.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan cara yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis pada proyek.

Salah satu program P5 yang dapat diimplementasikan oleh satuan pendidikan yaitu proyek “Sulap Sampah Jadi Rupiah” dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Proyek dan tema ini dapat dipilih karena mempertimbangkan jumlah sampah yang begitu banyak di lingkungan satuan pendidikan dan tidak dioptimalkan dengan baik dan benar. Jika hal ini tidak diatasi dengan baik dikhawatirkan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan penyakit.

Adapun alur implementasi program P5 “Sulap Sampah Jadi Rupiah” adalah pertama, pendidik menyusun modul ajar program P5. Kedua, tahapan pengenalan yaitu mengenali jenis-jenis sampah. Ketiga, tahapan kontekstual yaitu memahami dan mencari berbagai sumber untuk dilaksanakan dalam proyek.

Keempat, tahapan aksi yaitu peserta didik membuat karya dari sampah nonorganik. Kelima, tahapan tindak lanjut dan refleksi yaitu peserta didik dan pihak sekolah melakukan evaluasi proyek. Adapun tahapan aktivitas implementasi program P5 “Sulap Sampah Jadi Rupiah” secara rinci adalah sebagai berikut:

● Sosialisasi program P5 “Sulap Sampah Jadi Rupiah”. Tujuannya adalah untuk memahami tujuan dan target proyek yang akan dikerjakan.

● Asesmen diagnostik. Tujuannya untuk mengetahui pengetahuan awal peserta didik tentang sampah.

● Tahap pengenalan. Tujuannya agar peserta didik memahami jenis dan manfaat sampah.

● Tahap aksi nyata. Tujuannya adalah peserta didik dapat secara langsung membedakan sampah organik dan nonorganik.

● Mengidentifikasi pemecahan masalah dari video pembelajaran. Tujuannya agar menemukan ide atau gagasan kreatif dari video pembelajaran tersebut.

● Melakukan kunjungan ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dan bank sampah. Tujuannya agar peserta didik menemukan ide atau gagasan kreatif setelah melakukan studi lingkungan.

● Membuat karya dari sampah. Tujuannya adalah dapat membuat karya sederhana untuk mengurangi sampah anorganik.

● Menyajikan hasil karya. Tujuannya agar peserta didik mampu mempresentasikan hasil karyanya.

Contoh hasil program P5 “Sulap Sampah Jadi Rupiah” ini berdasarkan pengalaman penulis biasanya berbentuk karya kerajinan tangan. Misalnya dengan memanfaatkan sampah bekas botol minuman dikreasikan menjadi pot bunga, tempat tisu, perabot atau hiasan rumah tangga dan lain sebagainya. Karya kerajinan tangan tersebut dapat bernilai rupiah karena memang menarik dan memiliki nilai jual.

Pada akhirnya, mari kita sebagai pendidik profesional terus melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Pada Kurikulum Merdeka ini, pendidik hendaknya melaksanakan program P5 secara optimal. Dengan demikian, cita-cita Kurikulum Merdeka dapat tercapai dengan maksimal, yaitu peserta didik yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved