Kamis, 9 April 2026

Berita Sungailiat

Kasus Stunting di Bangka Terus Turun, Target Pj Bupati Juni 2024 Zero Stunting

Kasus anak stunting di Kabupaten Bangka terus mengalami penurunan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 320 anak

Penulis: deddy_marjaya | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Pj Bupati Bangka M Haris dan Pj Ketua PKK Bangka Farrah Diba Haris saat kegiatan Kampanye Cegah Stunting di Desa Paya Banua Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Jumat (22/2/2204). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus anak stunting di Kabupaten Bangka terus mengalami penurunan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 320 anak stunting namun saat ini sudah terus mengalami penurunan hingga menjadi 250 anak stunting.

Penurunan  terjadi disemua desa locus stunting di Kabupaten Bangka.

Hal ini disampaikan oleh Pj Bupati Bangka M Haris saat hadir dalam kegiatan Kampanye Cegah Stunting di Lapangan Bola Desa Paya Benua Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka Jumat (23/2/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa termasuk 9 kepala desa yang wilayahnya masuk dalam locus stunting.

"Awalan saya menjabat Pj Bupati Bangka tercatat ada 320 anak stunting di 10 Desa Locus. Sekarang sudah turun menjadi 250 anak di 9 desa locus dan jumlah ini diharapkan terus turun sehingga target zero stunting Kabupaten Bangka bisa tercapai pada Juni 2024 sesuai target," kata Haris 

Haris menambahkan dari 320 anak stunting di Kabupaten Bangka ada 121 anak stunting di Kecamatan Mendobarat.

Untu itu kegiatan Kampanye Cegah Stunting di pusatkan di Kecamatan Mendobarat tepatnya di Desa Paya Benua.

Perlu diketahui di tahun 2023 di Desa Paya Benua ada 12 anak stunting.

Tahun ini berdasarkan pengukuran terkahir tinggal 4 anak yang masih masuk dalam katagori stunting.

"Dari 121 anak stunting di Kecamatan Mendobarat ditahun 2023 turun menjadi 98 anak stunting. Di Desa Paya Benua tahun 2023 ada 12 anak stunting saaat ini tinggal 4 anak yang masuk kategori stunting ini luar biasa berkat kerja keras kita semua," ungkap Haris 

Haris mengatakan, untuk menanggulangi stunting pemerintah melakukan intervensi dengan berbagai cara.

Antara lain melalui intervensi makanan bergizi dan intervensi kesehatan.

Sedangkan agar masyarakat lebih paham dalam soal stunting digelarnya kegiatan Kampanye Cegah Stunting.

"Intevensi makanan bergizi dan intervensi kesehatan kita tetap lakukan secara rutin. 
"Sekarang kita tambah lagi upaya dengan melakukan Kampanye Cegah Stunting dengan harapan tidak ada lagi penambahan kaaus stunting di Kabupaten Bangka," kata Haris

Ifah salah satu orangtua balita yang ikut kegiatan mengakui perhatian dan kegiatan baik oleh pihak desa, posyandu, pihak kecamatan dan puskemas lebih aktif melakukan kegiatan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved