Cara Mandi Wajib yang Benar dan Sah
Bagi individu yang memasuki tahap pernikahan, suatu kewajiban yang fundamental adalah memahami praktik mandi wajib.
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM — Bagi individu yang memasuki tahap pernikahan, suatu kewajiban yang fundamental adalah memahami praktik mandi wajib. Dalam bahasa Arab, mandi wajib dikenal sebagai "al-ghuslu".
Lebih daripada sekadar tindakan membersihkan diri, al-ghuslu melibatkan penumpangan air suci ke seluruh tubuh dengan prosedur khusus yang dilengkapi dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya.
Konsep mandi wajib juga sering disebut sebagai janabah, yang mencakup makna kedalaman dan jauh.
Menurut Imam Nawawi, janabah dalam konteks syariat bisa diartikan sebagai seseorang yang mengeluarkan mani atau terlibat dalam hubungan suami istri.
Oleh karena itu, orang yang berada dalam keadaan junub diwajibkan menjauhi salat, masjid, membaca Al-Quran, serta dihindarkan dari hal-hal tersebut.
Hukum dan dasar aturan mengenai kewajiban mandi wajib tertuang dalam Surat Al-Maidah (5:6), yang berbunyi: “…dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kami sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus)…” Selain itu, hadis mencatatkan ajaran Rasulullah saw. yang menyatakan, “Apabila datang bulan (menstruasi), maka tinggalkanlah shalat dan apabila telah selesai haid, maka mandilah kamu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memahami dan melaksanakan mandi wajib, calon pengantin tidak hanya memenuhi kewajiban agamanya, tetapi juga menciptakan persiapan sakral yang mencerminkan kebersihan fisik dan spiritual.
Dengan demikian, langkah ini tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari tahapan suci menuju kehidupan berumah tangga.
Tata Cara Mandi Wajib
1. Dengan niat ikhlas karena Allah.
2. Membasuh kedua tangan.
3. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri, dan menggosokkan tangan pada tanah atau sejenisnya (ex. Sabun).
4. Berwudlu seperti berwudlu untuk Shalat.
5. Kemudian menuangkan air ke atas kepala dengan memakai wangi-wangian, memasukkan jari-jari tangan pada pokok (pangkal) rambut menggosok-gosoknya, meratakan seluruh badan dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri dengan digosok, dan menuangkan air sampai merata tiga kali.
6. Melepaskan ikatan rambut atau cukup menyiramnya.
7. Membasuh kedua kaki masing-masing tiga kali dengan mendahulukan kaki kanan.
8. Tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air.
Referensi:
| Bacaan Sebelum dan Setelah Wudhu, Salat Sunnah Wudhu Lengkap Doa Arab dan Artinya |
|
|---|
| Doa Mandi Wajib Lengkap Tata Caranya yang Benar Untuk Pria Maupun Perempuan |
|
|---|
| Keutamaan Doa Salat Sunnah Wudhu, Lengkap Niat dan Tata Caranya |
|
|---|
| Doa Setelah Wudhu Pendek dan Artinya |
|
|---|
| Doa Setelah Wudhu Pendek Lengkap Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230105-Bacaan-Niat-Mandi-Wajib-Arab-Latin-dan-Artinya.jpg)