Rabu, 15 April 2026

Berita Viral

VIRAL Chat Terakhir Indriana Ternyata Sandiwara dari Devara Putri Cs, Sang Kakak Merasa Janggal

Devara Putri (DP) dan sang kekasih Didot Alfiansyah memiliki akal bulus dan bersandiwara untuk menutupi aksi kejamnya usai membunuh Indriana Dewi.

Penulis: Anabel Lerrick CC | Editor: Evan Saputra
Kolase/Tribun Bengkulu
VIRAL Chat Terakhir Indriana Ternyata Sandiwara dari Devara Putri Cs, Sang Kakak Merasa Janggal 

BANGKAPOS.COM - Calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Garuda, Devara Putri (DP) dan sang kekasih Didot Alfiansyah memiliki akal bulus dan bersandiwara untuk menutupi aksi kejamnya usai membunuh Indriana Dewi di Bogor.

Keduanya memiliki siasat mengaktifkan WhatsApp hingga kirim Chat ke orangtua korban.

Orangtua Indriana tak menaruh curiga bahwa sang anak telah meninggal dibunuh lantaran pesan yang dikirim ibunya via WhatsApp masih dibalas oleh Indriana.

Meski demikian, kakak korban justru menaruh curiga dan merasa ada yang janggal terhadap balasan dari Indriana.

Didot Alfiansyah dan Devara Putri sempat berupaya mengelabui pihak keluarga Indriana Dewi Eka Saputri (24) usai melakukan pembunuhan berencana dengan menyewa eksekutor bayaran bernama Muhammad Reza Swastika.

Keduanya mengambil alih handphone korban untuk membalas pesan WhatsApp pihak keluarga sehingga Indriana seakan-akan masih hidup usai dibunuh di kawasan Bukit Pelangi, Bogor.

Berdasar keterangan pihak keluarga, handphone Indriana masih dalam keadaan aktif setelah dibunuh pada Selasa (20/2/2024) oleh Didot, Devara, dan pembunuh bayaran berinisial MR.

Hal ini membuat kedua orangtua korban, Mohamad Roi dan Endang Tatik yang merupakan warga RT 06/RW 14, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur awalnya tak percaya Indriana dibunuh.

"Handphone aktif dan masih bisa merespon chat WhatsApp dari ibunya. Hanya saja tidak selalu aktif, seperti biasa," kata Ketua RT 06/RW 14, Eko Sudiyanto, Senin (4/3/2024).

Lantaran handphone aktif dan masih dapat merespon pesan WhatsApp, pihak orangtua korban beranggapan bahwa Indriana masih berlibur di kawasan Puncak, Bogor.

Pasalnya saat terakhir meninggalkan rumah, wanita yang bekerja sebagai marketing satu perusahaan di Jakarta tersebut menyampaikan hendak berlibur selama dua hari.

Namun kakak laki-laki Indriana sempat merasa curiga saat melihat tutur kata dalam pesan WhatsApp yang dikirim ke sang ibunda berbeda dengan kebiasaan korban saat menulis.

Terlebih Indriana selalu menolak panggilan dan hanya merespon pesan chat WhatsApp, berbeda dengan kebiasaan korban yang semasa hidup tidak pernah mengabaikan panggilan orangtua.

"Kakaknya sempat curiga karena melihat isi chat WhatsApp bahasanya bukan bahasa Indriana.

Tapi tetap ibunya positive thinking bahwa Indriana masih ada, lagi liburan," ujar Eko.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved