Amalan dan Doa
Cara Istinja yang Benar Menurut Ajaran Islam, Lengkap Doa Arab, Latin dan Artinya
Istinja, berasal dari bahasa Arab "najâ yanjû,"berarti membersihkan, beginilah cara istinja yang benar menurut Islam lengkap doa Arab, latin dan arti
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM--Dalam hal bersuci dari buang air kecil dan air besar atau dalam Islam dikenal dengan istilah istinja.
Apa itu istinja? dan bagaimana cara istinja yang benar menurut Islam lengkap doa arab, latin dan artinya
Istinja, berasal dari bahasa Arab "najâ yanjû," berarti membersihkan sesuatu yang keluar dari kemaluan, seperti kubul atau dubur, dengan menggunakan air atau batu.
Adapun Hukum Istinja itu adalah wajib, karena dengan Istinja yang sesuai syariat Islam akan memberikan manfaat kesehatan dan menjaga kesucian yang merupakan syarat sahnya suatu ibadah.
Dalam Islam, Pentingnya Istinja dalam Menjaga Kesucian
عنوان: أهمية الاستنجاء في الإسلام للحفاظ على النقاء
Latin: Ahmiyat al-istinjā' fī al-Islām li-l-ḥifāẓ 'alá al-nuqā'
Artinya: "Pentingnya Istinja dalam Islam untuk Menjaga Kesucian"
Dalam agama Islam, menjaga kesucian adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek penting dalam menjaga kesucian adalah istinja, atau bersuci setelah buang air kecil dan besar.
Apa itu Istinja?
Istinja, berasal dari bahasa Arab "najâ yanjû," berarti membersihkan sesuatu yang keluar dari kemaluan, seperti kubul atau dubur, dengan menggunakan air atau batu.
Ini merupakan praktik yang sangat ditekankan dalam Islam karena merupakan bagian dari menjaga kesucian dan kesehatan.
Hukum dan Tata Cara Istinja:
Dalam Islam, istinja dianggap sebagai wajib apalagi yang sudah akil Baligh (dewasa-red) karena pentingnya menjaga kesucian dalam menjalankan ibadah.
Tata cara beristinja umumnya melibatkan penggunaan air bersih dan batu, namun penggunaan air saja atau batu saja juga diperbolehkan.
Adapun batu yang digunakan haruslah bersih dan suci.
Doa Istinja dan Etika yang Dianjurkan: Selain membersihkan diri, umat Islam juga diajarkan untuk membaca doa istinja setelah buang air kecil atau besar.
Doa ini mengandung permohonan ampunan dan kesucian kepada Allah.
Selain itu, ada beberapa etika yang harus diikuti saat melakukan istinja, seperti membaca doa sebelum masuk toilet, menggunakan tangan kiri untuk beristinja, dan menjaga agar tidak terlihat oleh orang lain.
Doa Istinja
اَللّٰهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِىْ مِنَ الْفَوَاخِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ
Allaahumma hassin farjii minal fawaahisyi wa thahhir qolbii minan nifaaqi.
Artinya: "Ya Allah, bersihkanlah farjiku (kemaluan) dari keburukan dan bersihkan hatiku dari nifaq (kemunafikan)."
Selain bacaan doa istinja, ada juga etika yang harus diikuti saat melakukan istinja dan bersuci dalam Islam.
Beberapa di antaranya adalah:
- Membaca doa sebelum masuk toilet, yang berarti berlindung pada Allah dari godaan iblis jantan dan betina.
- Tidak boleh membawa sesuatu yang mengandung lafaz Allah dan Rasulullah ke dalam toilet.
- Mengutamakan kaki kanan saat masuk toilet dan kaki kiri saat keluar.
- Berhati-hati agar tidak mencemari diri dengan najis.
- Tidak berbicara saat berada di toilet.
- Tidak menggunakan tangan kanan untuk membersihkan diri.
- Tidak menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air.
- Menjaga agar tidak terlihat atau tercium oleh orang lain saat melakukan istinja.
- Duduk saat buang air kecil dan besar.
- Menuntaskan keluarnya kotoran dengan cara yang benTar.
- Tidak buang air di bawah pohon yang rindang atau berbuah.
- Tidak buang air di tempat air yang tidak mengalir atau tergenang.
- Tidak buang air di lubang yang tidak pantas.
- Tidak buang air di tempat atau jalan yang dilalui orang.
- Melakukan istinja dengan tangan kiri.
- Membaca doa setelah keluar dari toilet sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan ampunan kepada Allah.
Membaca Doa setelah keluar WC
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ اللهم اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِيْ مِنَ الْفَوَاحِشِ
Latin: Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi
Artinya: “Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan mensehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina).”
Semua etika ini diajarkan agar umat Muslim dapat menjaga kebersihan dan adab saat melakukan istinja dan bersuci dalam Islam.
Apa itu akil baligh?
Secara bahasa, akil memiliki arti berakal, memahami, atau mengetahui.
Sementara itu, baligh didefinisikan sebagai seseorang yang sudah mencapai usia tertentu dan dianggap sudah dewasa, atau sudah mengalami perubahan biologis yang menjadi tanda-tanda kedewasaannya
Islam mengajarkan bahwa seorang muslim yang telah balig (dewasa) menjadi bertanggung jawab sepenuhnya untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Mereka tidak lagi dianggap sebagai anak-anak yang belum memahami mana tindakan yang benar dan mana yang salah.
Tanda-tanda balig dalam Islam dapat diketahui melalui beberapa hal.
Pertama, umur seorang anak laki-laki atau perempuan.
Terdapat beragam pendapat di antara para ulama mengenai usia yang menandakan seseorang telah balig.
Beberapa mazhab, seperti Mazhab Syafii dan Hambali, menyebutkan bahwa usia balig untuk laki-laki dan perempuan adalah 15 tahun.
Mazhab Hanafi menetapkan batas minimal dan maksimal usia balig, dengan batas minimal adalah 12 tahun untuk laki-laki dan 9 tahun untuk perempuan, serta batas maksimal adalah 18 tahun untuk laki-laki dan 17 tahun untuk perempuan.
Sementara itu, Mazhab Maliki memberikan batasan usia balig adalah genap 17 tahun memasuki 18 tahun, atau genap 18 tahun, tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan.
Kedua, apakah seseorang telah mengalami mimpi basah (mengeluarkan mani) atau belum.
Ketika seseorang mengalami mimpi basah atau mengeluarkan mani, ini merupakan salah satu tanda balig dalam Islam.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah an-Nur:59 yang menyebutkan, "Dan apabila anak-anakmu telah sampai ihtilam (umur balig), maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin."
Selain itu, hadis dari Nabi Muhammad saw. juga menegaskan bahwa pertanggungjawaban terangkat dari tiga golongan, termasuk anak-anak hingga mereka mengalami mimpi basah dan mengeluarkan mani.
Dengan demikian, tanda balig dalam hal ini adalah aktifnya organ reproduksi.
Sudah Menstruasi
Untuk perempuan, tanda balig adalah ketika mereka telah mengalami menstruasi atau haid.
Ketika seorang perempuan mengalami haid, maka ia tidak wajib menjalankan salat, dan salatnya tidak diqadha (diganti).
Ini berbeda dengan puasa, di mana seorang perempuan yang berhalangan karena haid wajib menggantinya di luar bulan puasa.
Dengan mengenali tanda-tanda balig dalam Islam, orangtua dan masyarakat dapat mempersiapkan anak-anak untuk menjalankan kewajiban-kewajiban syariat ketika mereka mencapai masa balig.
Misalnya, memastikan bahwa anak-anak terbiasa dengan ibadah seperti salat lima waktu, sehingga mereka sudah terampil dalam menjalankannya ketika mencapai usia balig.(*)
(Bangkapos.com/Zulkodri)
| Amalan Sunnah yang Dikerjakan Sebelum Sholat Idul Adha 2025, Apa Saja? |
|
|---|
| Doa Buka Puasa, Niat Puasa,Lengkap dengan tulisan Arab, dan Artinya, Ramadan 1446 H atau 2025 |
|
|---|
| Bacaan Doa Buka Puasa & Niat Puasa,Lengkap dengan tulisan Arab, Artinya di Ramadan 1446 H atau 2025 |
|
|---|
| Janji Allah dalam Al-Qur'an: Wa qāla rabbukumud'ụnī astajib lakum Doa Pasti Dikabulkan |
|
|---|
| Bernilai Pahala Tinggi, Inilah 7 Amalan Sunnah di Bulan Ramadan 1446 H atau 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240308-Istinja.jpg)