Rabu, 6 Mei 2026

Bacaan Niat

Niat Sholat Tahiyatul Masjid Arab, Latin dan Artinya Lengkap Tata Cara

Niat sholat tahiyatul masjid dalam bahasa arabnya adalah  أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى. Simak latin dan artinya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
YouTube Isytirook
Ilustrasi Niat Sholat Tahiyatul Masjid Arab, Latin dan Artinya Lengkap Tata Cara 

BANGAKAPOS.COM - Sholat tahiyatul masjid adalah satu di antara sholat sunah yang dianjurkan.

Sesuai namanya, sholat tahiyatul masji merupakan sholat atau ibadah sunnah yang bisa dibilang sebagai penghormatan terhadap masjid yang merupakan rumah Allah SWT sekaligus tempat ibadah umat muslim.

Sesuai namanya pula, sholat tahiyatul masjid dilakukan kapan saja atau setiak kali umat muslim memasuki masjid/

Lantas seperti apa niat sholat tahiyatul masjid?

Niat sholat tahiyatul masjid dalam bahasa arabnya adalah  أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Adapun latinnya adalah Usholii tahiyyatul masjid, rok’ataini sunnatan lillahi ta’ala

Sementara artinya: "Aku niat sholat tahiyatul masjid dua rakaat sunnah karena Allah Ta’ala"

Seperti apa penjelasan lengkap niat sholat tahiyatul masjid ini, simak ulasannya berikut ini:

Niat Sholat Tahiyatul Masjid

Niat sholat tahiyatul masjid Arab : أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Niat sholat tahiyatul masjid latin : Usholi tahiyyatul masjid, rok’ataini sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: "Aku niat sholat tahiyatul masjid dua rakaat sunnah karena Allah Ta’ala"

Hadist Sholat Tahiyatul Masjid

Anjuran melaksanakan sholat tahiyatul masjid adalah berdasarkan hadist Nabi SAW yang diriwayatkan Abu Qatadah, Rasulullah SAW berkata:

إذا دخل أحدكم المسجد فليصل ركعتين قبل أن يجلس

Artinya: “Apabila kalian masuk masjid hendaklah shalat dua raka’at sebelum duduk” (HR: Ibnu Majah).

Bagaimana tata cara sholat tahiyatul masjid?

Untuk tata caranya sendiri sholat Tahiyatul masjid sama dengan sholat sunnah lainnya diawali dengan takbir hingga salam.

Nilai keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid semakin bertambah jika dikerjakan di hari jumat ketika tiba di masjid.

Keutamaan sholat tahiyatul masjid

Selain sebagai penghormatan, shalat Tahiyatul masjid juga memiliki beberapa keutamaan.

Salah satunya ialah sebagai penyempurna ibadah shalat fardhu.

Sama seperti shalat-shalat sunnah lainnya, shalat Tahiyatul Masjid juga memiliki beberapa keutamaan.

Dikutip dari Serambi News yang melansir Tribun Pontianak, berikut keutamaan menunaikan ibadah shalat sunnah Tahiyatul Masjid.

1. Memuliakan atau Menghormati Masjid

Sholat tahiyatul masjid ini adalah seperti seseorang sedang mengucapkan salam di saat masuk rumah ataupun mengucapkan salam saat bertemu dengan sesama umat Islam.

Hal ini berarti dengan melaksanakan sholat tahiyatul masjid, merupakan bentuk pemuliaan terhadap masjid di mana merupakan rumah Allah atau baitullah.

2. Menutupi kekurangan sholat wajib

Dalam Hadits nabi disebutkan:

"Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah sholat.

Allah 'azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, "Lihatlah pada sholat hamba-Ku. Apakah sholatnya sempurna ataukah tidak? Jika sholatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.

Namun jika dalam sholatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya. Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).

Dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa sholat tahiyatul masjid dapat menutupi kekurangan sholat wajib.

3. Bentuk ketakwaan

Sholat tahiyatul masjid, seseorang dapat mencerminkan ketakwaan dan ketawakkalan diri sebagai seorang hamba kepada Allah.

Sholat tahiyatul masjid menjadi salah satu wujud dari kesungguhan serta tekad yang berasal dari seorang hamba yang dilakukan hingga rela menghabiskan waktu, tenaga bahkan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan sholat sehingga lebih mendekatkan diri pada Allah.

4. Amalan Utama

Sholat tahiyatul masjid merupakan amalan yang paling utama.

Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin." (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276.

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

5. Sebagai penghapus dosa dan meninggikan derajat

Sholat tahiyatul dapat menghapus dosa dan meninggikan derajat, karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa sholat sunnah seperti sholat tahiyatul masjid.

6. Menghilangkan Masalah Hidup

Dalam sebuah hadis disebutkan:

"Allah telah memerintahkan kepada manusia agar mengerjakan sholat-sholat sunnah dengan niat hanya karena Allah semata, yang dimulai dari sejak awal hari paling sedikit empat rakaat, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya". (Sunan Ad-Darimi; Musnad Ahmad).

7. Penyempurna Sholat Fardu

Sholat tahiyatul masjid sebelum melaksanakan sholat fardhu di dalam masjid, dapat menyempurnakan sholat fardhu.

Jika ada kelalaian pada shalat fardhu, lupa, kesalahan atau kekurangan maka bisa disempurnakan dengan shalat sunnah tersebut.

8. Sebagai rasa syukur

Sholat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah diperoleh.

Diantaranya seperti nikmat rezeki, nikmat sehat, nikmat senang, nikmat bernapas, nikmat berjalan dan berbagai nikmat lainnya yang sudah Allah berikan.

9. Menambah Keimanan

Melaksanakan Sholat Tahiyatul masjid akan menambahkan keimanan dan ketakwaan seseorang.

Hal ini seperti firman Allah dalam surat Yunus ayat 62-63.

10. Sholat sunnah yang dianjurkan

Dalam sebuah hadis disebutkan:

"Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah seseorang melalui (masuk) masjid, namun tidak melakukan sholat dua rakaat di dalamnya." (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

(Serambinews.com/bangkapos.com)

Artikel ini diolah dari SerambiNews.com

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved