Selasa, 5 Mei 2026

Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan, Niat Ganti Puasa Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya

Berikut niat ganti puasa ramadhan lengkap dengan bahasa arab, latin dan juga terjemahannya.

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Tribunnews
Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan, Niat Ganti Puasa Bahasa Arab, Latin dan Terjemahannya 

BANGKAPOS.COM - Berikut niat ganti puasa ramadhan lengkap dengan bahasa arab, latin dan juga terjemahannya.

Umat Islam yang hendak melaksanakan puasa ganti Ramadhan diwajibkan untuk membaca niat. Lantas, bagaimana lafaz niat puasa ganti Ramadhan?

Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, puasa ganti atau qadha Ramadhan wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan saat puasa Ramadhan.

Perintah mengganti puasa Ramadhan disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 184.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.

Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin.

Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Niat Puasa Ganti Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadaa'I fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan karena Allah Ta'ala.

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan

Dikutip dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari oleh Muhammad Habibillah, utang puasa boleh dibayar secara berturut-turut ataupun terpisah.

Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW dalam sabdanya:

“Qadha puasa Ramadhan itu jika ia berkehendak maka boleh dilakukan secara terpisah. Dan, jika ia berkehendak maka ia boleh juga melakukan secara berurutan.” (HR. Daruquthni, dari Ibnu Umar)

Seperti yang disebutkan, puasa qadha dapat dilakukan hingga bulan Ramadhan berikutnya datang.

Namun, menyegerakannya lebih utama. Ini sesuai dengan perintah Allah untuk segera melakukan kebaikan.

Allah berfirman yang artinya:

“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minuun: 61).

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Tribun Sumsel)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved