Berita Pangkalpinang
Sakit Parotitis atau Gondongan Pasca Lebaran Banyak Terjadi, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya
Parotitis atau gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus yang menyerang kelenjar liur (kelenjar parotis) di dalam mulut
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Parotitis atau gondongan adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyebabkan bengkaknya kelenjar parotis pada wajah.
Pasca lebaran Idulfitri 2024 banyak masyarakat yang mengeluhkan akan sakit tersebut, seperti Eka (31) warga Kota Pangkalpinang, Kelurahan Semabung Lama ini mengaku setelah lebaran kemarin keluarganya terserang sakit gondongan.
Kata Eka, gejalanya sama seperti batuk dan pilek kemudian di bagian pipi belakang membengkak.
"Kalau kami sering nyebutnya ini bengkak babi, dan herannya ini bisa menular. Awalnya itu sepupu saya kena, abis itu langsung nular ke anak, ke saya juga, kurang tau juga penyebabnya apa," sebut Eka kepada Bangkapos.com, Rabu (24/4/2024).
Untuk pemulihan, kata Eka, cukup lama yakni hingga satu pekan baru bengkak yang dipipi kempes.
"Sebelum bengkak itu kemarin demam dulu, abis itu bengkak dipipi nah itu tuh jadi susah makan, kemudian jadi lemas," tuturnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang dr. Tri Wahyuni mengatakan, Parotitis atau gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus yang menyerang kelenjar liur (kelenjar parotis) di dalam mulut.
Kata Tri, infeksi ini dapat menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri pada kelenjar tersebut.
Diakui Tri, memang banyak aduan terkait penyakit tersebut beberapa hari terkahir kerap menyerang, hanya saja pihaknya tak mencatat berapa jumlah pastinya.
"Parotitis dapat menyerang siapa saja, tetapi umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak usia 5–9 tahun. Parotitis dapat menular melalui droplet atau percikan air ludah penderita parotitis ketika bersin atau batuk terhirup oleh orang lain," jelas dr. Tri kepada Bangkapos.com, Rabu (24/4/2024).
Tak hanya itu, menurutnya, bersentuhan langsung dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus juga dapat meningkatkan risiko tertular penyakit ini.
"Parotitis sering kali tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan gejala ringan. Penyakit ini terkadang juga menimbulkan gejala yang menyerupai flu, demam, kelenjar ludah atau pipi bengkak dan terasa sakit, terutama pada saat mengunyah dan menela, badan pegal-pegal, hingga nyeri atau rasa tidak nyaman di telinga," paparnya.
Tri mengatakan, gejala parotitis biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4–8 hari. Meski demikian, penanganan medis harus tetap dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.
"Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk mengobati parotitis atau gondongan. Dokter mungkin akan meresepkan obat, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk meringankan gejala yang muncul," pungkasnya.
Selain mengonsumsi obat, berikut ini adalah beberapa langkah penanganan untuk meringankan gejala dan mempercepat proses pemulihan parotitis:
1. Memperbanyak istirahat dan mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat demam
2. Mengonsumsi makanan bertekstur lembut, seperti bubur
3. Menghindari makanan yang harus sering dikunyah
4. Mengompres pipi yang bengkak dengan air hangat atau air dingin untuk membantu meringankan rasa nyeri
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Malam Tahun Baru 2026, Pemkot Pangkalpinang Gelar Istighosah |
|
|---|
| Polresta Pangkalpinang Paparkan Capaian Kinerja Tahun 2025 |
|
|---|
| Bejatnya AD Cabuli Anak Disabilitas di Pangkalpinang |
|
|---|
| Gubernur Babel Serahkan Zakat dari Baznas kepada 170 Mustahik |
|
|---|
| 4 Lokasi Keramaian dan 22 Tempat Ibadah di Pangkalpinang Diamankan Secara Ketat oleh Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211112-ilustrasi-penyakit-gondongan.jpg)