Selasa, 14 April 2026

Sosok Anthony Salim, Pemilik Indomie, Segini Harta Kekayaannya

Sosok Anthony Salim, Pemilik Indomie, Segini Harta Kekayaannya. Simak selangkapnya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Tribun
Anthoni Salim & Family 

BANGKAPOS.COM - Sosok Anthony Salim, Pemilik Indomie, Segini Harta Kekayaannya

Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal Indofood dan produk turunannya semisal mie Indomi Goreng.

Namun tak banyak yang tahu tentang sosok Anthony Salim.

Ya, Indofood merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Indonesia bernama Anthony Salim.

Sosok Anthony Salim

Anthoni lahir di Kudus, Jawa Tengah, tempat ayahnya Liem Sioe Liong merintis usahanya setelah menetap di Indonesia sejak 1938.

Nama Tionghoa-nya adalah Liem Fung Seng (dapat diartikan sebagai "menemui hidup yang baru"), suatu nama yang diberikan Liem sebagai rasa syukur setelah ia hampir terbunuh akibat kecelakaan angkot saat dalam perjalanan dari Kudus ke Semarang di tahun 1949.

Menurut penulis biografi Liem, Richard Borsuk dan Nancy Chng, Anthoni memiliki karakter yang hiperaktif dan gemar bermain di masa kecilnya, sampai-sampai pernah membuat rumah keluarganya hampir terbakar.

Pendidikan dasarnya ditempuh di sekolah Sin Hua dan SMAN 21 di Jakarta, dilanjutkan ke Seventh-Day Adventist School dan St Joseph's Institution di Singapura. Ia lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Ewell Country Technical College di Inggris.

Meskipun prestasinya biasa-biasa saja, namun karakternya yang kemudian membantunya menjadi pengganti ayahnya. Tiga saudaranya yang lain, Albert Salim, Andree Halim dan Mira Salim, justru kemudian tersingkir dari grup yang didirikan Liem. Albert keluar dari Salim Grup sejak 1980-an, Andree sejak 1998, dan Mira tidak terlibat dalam bisnis keluarganya.

Borsuk dan Chng mendeskripsikan karakteristik Anthoni, meliputi jeli melihat peluang bisnis; pekerja keras; bergaya hidup sederhana; loyal kepada keluarganya, terutama ayahnya; terbuka pada informasi dan masukan-masukan baru; dan berani mengambil keputusan yang riskan.

Gaya hidup sederhana dapat dilihat dari penampilannya yang umumnya hanya menggunakan kemeja batik, suatu yang menurutnya memiliki makna spesial: seperti corak batik yang beragam, bisnis tidaklah selalu hitam-putih, bisa sangat berwarna, sehingga seorang pebisnis bisa saja mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya.

Sikap yang berani ditunjukkannya ketika bernegosiasi dengan BPPN di tahun 1998 dan ketika ia membujuk Liem untuk menyingkirkan pamannya, Liem Sioe Kong (Soedarmo Salim) saat Mochtar Riady hendak dilibatkan dalam pengelolaan Bank Central Asia.

Sikapnya yang pembelajar dan pekerja keras dapat dilihat dari aktivitasnya di kantor utamanya, Wisma Indocement, dimana dirinya sering berada hingga malam di kantornya yang dipenuhi tumpukan berkas-berkas dan dokumen.

Dipengaruhi kuat oleh ajaran Konfusianisme dan Buddhisme yang dianut keluarganya, Anthoni juga mempercayai tradisi seperti feng shui dan konsultasi ke para biksu dalam penentuan langkah usahanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved