Click Bait, Baik atau Buruk?
Clickbait bisa dibilang tindakan menjanjikan sesuatu secara berlebihan yang biasa ditemukan pada judul, konten media sosial, gambar, dan lainnya.
Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM - Dalam bermedia sosial, pengguna kerapkali disuguhkan dengan beragam informasi yang diproduksi para kreator di platform online tersebut dalam bentuk konten, baik berupa tulisan, foto, maupun video. Ruang pasarnya pun bermacam latar belakang.
Namun, satu hal yang pasti, diharapkan setiap konten tersebut tersampaikan. Dari sini, kreativitas para konten kreator dituntut, bagaimana setiap konten yang diproduksi dapat menjadi konsumsi publik.
Tak jarang, bahkan akrab bagi kita pengguna media sosial akan menjumpai konten-konten dari para catalyst maupun curator yang cenderung menggunakan narasi bermuatan “Click bait” di dalam tulisan, foto, video, maupun caption yang menyertai, namun isinya tidak relevan dengan judul. Lantas, apa itu click bait?
Menurut Tech Crunch, clickbait bisa dibilang tindakan menjanjikan sesuatu secara berlebihan yang biasa ditemukan pada judul, konten media sosial, gambar, dan lainnya.
Tujuan dari clickbait adalah memancing pembaca, Clickbait sering menggunakan bahasa provokatif yang menarik perhatian, namun terkadang isinya belum tentu sesuai dengan yang dijanjikan.
Dalam keseharian, kita juga sering menjumpai beberapa macam dan jenis click bait. Setidaknya ada 7 jenis click bait yang dapat kita pahami yang dikutip dari idntimes:
1. Curiosity gap
Judul dengan macam curiosity gap ini secara tidak langsung menampilkan janji untuk memberikan sebuah informasi kunci. Rasa penasaran orang-orang akan timbul setelah membaca judul sehingga kemudian tertarik untuk mencari jawaban melalui isi artikel.Contohnya seperti yang ada dalam judul “Artis A Beberkan Rahasia dalam Set Film Terbaru”.
2. Sensationalism
Sesuai namanya, judul ini menggunakan bahasa-bahasa sensasional untuk memberikan kesan menarik pada tulisan. Biasanya akan dimasukkan kata-kata yang menunjukkan perasaan orang-orang ketika mengetahui fakta tersebut. Contohnya adalah judul “Bikin Kaget! Ternyata Ini Rahasia di Set Film A”.
3. Exaggeration
Beberapa judul clickbait membesar-besarkan sebuah klaim. Ini agar timbul pikiran dalam diri pembaca bahwa hal yang ingin dibahas sangatlah penting atau impresif.Biasanya judul semacam ini ada dalam tulisan yang isinya diharapkan dapat diterapkan sendiri oleh para pembaca. Misalnya, “Trik Awet Muda ini Akan Mengubah Hidupmu!”.
4. Fear and uncertainty
Judul yang satu ini menggunakan bahasa-bahasa yang dapat menimbulkan ketakutan atau perasaan tidak nyaman. Tujuannya adalah agar judul secara tidak langsung menyuruh orang-orang untuk membaca isi artikel supaya mereka dapat mencari jawaban akan ketakutan itu.Contohnya adalah judul “Dokter A: ‘Minum Air Putih bisa Membuat Sakit Jantung’, Benarkah?”.
5. Numbered lists
| Ketika Polisi dan Emak-emak Adu Mulut, Seret Istri Kasatpol PP Pangkalpinang, Gagal Dimediasi |
|
|---|
| Upaya Mediasi di Polisi Tidak Temui Titik Terang, Mak-mak Ribut di Mapolresta Pangkalpinang |
|
|---|
| Indonesia Dalam Priority Watch List: Peringatan Serius Bagi Perlindungan Haki |
|
|---|
| Curhatan Pedas Rizal Armada: Selamatkan Kami dari Pemimpin Bodoh dan Munafik, Viral di Media Sosial |
|
|---|
| Laporkan Fira Mustika ke Polda Babel, Pengacara Hidayat Arsani Siapkan Bukti STPL di Medsos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240524_Ilustrasi_Media_Sosial.jpg)