Korupsi Tata Niaga Komoditas Timah
Profil IM Anggota Densus 88, Buntuti Febrie Adriansyah Hingga Bawa Diduga Perekam, Berpangkat Bripda
Tak hanya dibuntuti, Polisi Militer (PM) yang mengawal Febrie pun merasa curiga dengan gelagat anggota Densus 88 yang membawa alat diduga perekam.
Penulis: Anabel Lerrick CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Inilah profil singkat terduga anggota Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror yang buntuti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.
Seperti diketahui, terduga anggota Densus 88 tersebut mengintai Febrie Adriansyah pada Minggu (19/6/2024) malam.
Diduga Febrie dibuntuti saat sedang makan malam di sebuah restoran Perancis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Tak hanya dibuntuti, Polisi Militer (PM) yang mengawal Febrie pun merasa curiga dengan gelagat anggota Densus 88 yang membawa alat diduga perekam.
PM inilah yang menyadari bahwa Febrie tengah dibuntuti oleh beberapa orang yang diduga adalah anggota Densus 88.
Setelah diamankan oleh PM, terbongkar sosok anggota Densus 88 yang buntuti Febrie Adriansyah.
Anggota Densus tersebut bernama Iqbal Mustofa (IM) yang berpangkat Bripda.
IM lahir di Tegal, 29 Juni 1999 dan beralamat di Kalinyamat Wetan, Tegal Selatan.
Foto-foto Iqbal juga tersebar berikut identitas penyamarannya sebagai karyawan BUMN.
Iqbal menyamar sebagai Raka Maheswara di perusahaan tersebut.
Status pekerjaan di KTP yang beredar di medsos, masih pelajar/mahasiswa.
Di akun X @yaniarsim, ditampilkan foto diduga Bripda Iqbal sedang berada di ruang Jampidsus.
Terkait kebenaran informasi tersebut, belum ada penjelasan dari Kejagung.
Sebelumnya diberitakan, Febrie Ardiansyah sedang makan malam di restoran Prancis, kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Lalu, ada enam orang yang dicurigai membuntuti Febrie waktu itu dengan gelagat mencurigakan.
| Kejari Bangka Selatan Sita Uang Rp3,094 Miliar dan Segel SPBU dari Kasus Korupsi Tata Niaga Timah |
|
|---|
| Sosok Adhiya, Bos Buzzer Disebut Marcella di Kasus Harvey Moeis, Bayaran Hampir Rp600 Juta per Bulan |
|
|---|
| Terungkap Pengakuan Marcella di Pengadilan: Buzzer Dibayar Rp 597 Juta demi Selamatkan Harvey Moeis |
|
|---|
| Kejari Bangka Tengah Upayakan Pemda Bisa Manfaatkan Aset Sitaan Negara Milik Aon |
|
|---|
| Kasus Korupsi Timah 270 T Masih Berbuntut Panjang, Kejari Basel Periksa Pejabat PT Timah dan Mitra |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Profil-anggota-densus-88-yang-buntuti-jampidsus.jpg)