HUT Ke 25 Bangka Pos
Rektor UBB Bawakan Tema Aon Effect di Seminar Nasional Economy Roadmap
Tema Aon Effect yang dibawakan Prof Ibrahim ini cukup mengejutkan sejumlah peserta seminar
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Ibrahim membawakan tema Aon Effect di Seminar Nasional Economy Roadmap yang digelar Bangka Pos dalam rangka HUT Ke-25, di Ballroom Santika Bangka, Selasa (28/5/2024).
Tema Aon Effect yang dibawakan Prof Ibrahim ini cukup mengejutkan sejumlah peserta seminar.
Prof Ibrahim mengatakan, masyarakat semua harus mengakui satu orang atau satu case (kasus) ini mampu menguasai perubahan kondisi ekonomi Bangka Belitung yang cukup signifikan.
Menurutnya, ada tiga hal dari Aon Effect ini yakni momentum tes mental warga Bangka Belitung, momentum transisi pembiasaan, momentum transformasi sektoral.
Usai seminar selesai, kepada Bangkapos.com, Prof Ibrahim mengaku Aon Effect memang merupakan satu di antara profil yang saat ini menghentakkan perekonomian Bangka Belitung.
"Aon Effect ini tidak dalam konteks negatif, tapi dalam mega dampaknya saya kira ini adalah salah satu fenomena yang memberikan implikasi yang sangat besar di pertumbuhan ekonomi di Babel," sebut Prof Ibrahim.
Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung tiba-tiba turun, jadi harus diakui Aon Effect itu betul-betul ada.
"Karena efeknya bukan hanya pada kasus penegakan hukum yang akan berimbas kepada perusahaan beliau (Aon-red) tapi juga perusahaan-perusahaan lain yang ikut terdampak, ada yang dampaknya langsung dan tidak langsung," jelasnya.
Kata Prof Ibrahim, Aon Effect ini akan terus berjalan di Babel paling tidak 2-3 tahun kedepan.
"Nah di dalam fase itu bagaimana masyarakat Bangka Belitung tetap bisa bertahan, survive dan syukur-syukur bisa keluar dari bayangan dampak itu," sebutnya.
Kemudian, lanjut Ibrahim, Aon Effect ini sebetulnya adalah momentum Bangka Belitung untuk memikirkan alternatif lain selain Timah.
"Penegakan hukum ini adalah momentum untuk kita, di sini peran Pemerintah betul-betul diperlukan bagaimana cara kita survive di kondisi seperti ini yang kemudian membawa kita keluar pelan-pelan dari zona itu," ujarnya.
Sementara dari sektor perguruan tinggi, kata Prof Ibrahim ada data menunjukan bahwa di sektor diploma ke atas ternyata mengalami peningkatan hingga 13 persen.
"Artinya ini positif, nah kami dari perguruan tinggi akan terus mendorong itu, sehingga angkatan kerja kita semakin terdidik, hingga bisa lebih inovatif mencari alternatif yang lain," terangnya.
"Saya yakin memang akan ada dampak negatif dari kasus penegakan hukum Aon ini, tetapi sebenernya akan ada celah-celah baru yang dibutuhkan untuk kita bisa keluar dari Aon Effect itu," tambahnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Bangka Pos Gelar Seminar Economy Roadmap Bangka Belitung |
|
|---|
| Harwendro Paparkan Gambaran Sektor Pertimahan di Seminar Bangka Belitung Economy Roadmap |
|
|---|
| Bangka Pos Berikan Inovasi Abadi Award, Tokoh Masyarakat Akui Sebagai Ajang Motivasi Lebih Berkarya |
|
|---|
| Ulas Kondisi Ekonomi di Bangka Tengah, Algafry Rahman Ungkit Soal Kejelasan Juknis Tambang Rakyat |
|
|---|
| Direktur Perencanaan SDA Kementerian Investasi Berikan Pemaparan Terkait Tantangan Investasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240528-Prof-Ibrahim.jpg)