Rumahnya Dihantam Sampah Antariksa, Satu Keluarga Tuntut NASA Rp1,3 Miliar
Keluarga tersebut menuntut NASA karena kondisi rumah mereka yang rusak parah akibat kejatuhan benda yang merupakan sampah buangan dari antariksa.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM--NASA baru-baru ini menghadapi tuntutan dari sebuah keluarga di Florida, Amerika Serikat.
Keluarga tersebut menuntut NASA karena kondisi rumah mereka yang rusak parah akibat kejatuhan benda yang merupakan sampah buangan dari antariksa.
Keluarga di Florida ini mengajukan gugatan terhadap Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk mencari kompensasi akibat potongan sampah luar angkasa yang jatuh ke atap rumah mereka pada Maret 2024.
Meskipun sebagian besar sampah luar angkasa terbakar saat berada di atmosfer Bumi, sisa-sisa lainnya masih tetap bertahan dan jatuh ke daratan.
Dilansir dari IFL Science via Kompas.com, Selasa (25/6/2024), untungnya tidak ada seorang pun yang terluka saat insiden tersebut terjadi.
Dalam kasus keluarga di Florida, benda luar angkasa yang jatuh mengenai atap rumah diidentifikasi oleh NASA sebagai bagian dari penyangga untuk memuat baterai bekas ke palet kargo di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
"Berdasarkan pemeriksaan, kami menyatakan, puing-puing itu adalah tiang penyangga peralatan pendukung penerbangan NASA," tulis NASA dikutip dari Space, Senin.
"Obyek tersebut terbuat dari paduan logam Inconel, beratnya 1,6 pon (0,7 kilogram), tingginya 4 inci (10 sentimeter), dan diameter 1,6 inci,” sambungnya.
Awalnya, benda itu dibuang dari ISS pada 2021 dan seharusnya tidak berbahaya saat masuk kembali ke Bumi.
Akan tetapi, beberapa pecahannya tetap utuh dan akhirnya jatuh mengenai atap rumah keluarga Alejandro Otero di Naples, Florida, pada 8 Maret 2024.
"Klien saya mencari kompensasi yang memadai untuk memperhitungkan stres dan dampak dari peristiwa ini terhadap kehidupan mereka," kata pengacara keluarga, Mica Nguyen Worthy, dalam sebuah pernyataan.
"Mereka bersyukur bahwa tidak ada yang mengalami cedera fisik akibat kejadian ini, namun situasi 'nyaris celaka' seperti ini bisa saja menjadi bencana besar," tambahnya.
Menurut pernyataan dari firma hukum Cranfill Sumner, setidaknya ada satu anggota keluarga Otero yang masih kecil berada di dalam rumah saat kejadian.
"Jika puing-puing itu menghantam beberapa meter ke arah lain, mungkin saja ada cedera serius atau kematian," kata Worthy.
Akibat insiden tersebut, keluarga Otero menuntut ganti rugi lebih dari 80.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 miliar kepada NASA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240626-Sampah-luar-angkasabenda-luar-angkasa.jpg)