Senin, 4 Mei 2026

Berita Viral

Siapa Sosok Bjorka, Sosok Hacker yang Dulu Pernah Ancam Sebar Data Terkait Jokowi

Bjorka menjadi terkenal di Indonesia ketika ia membocorkan dokumen rahasia Presiden Jokowi.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: fitriadi
Ho/ Tribun-Medan.com
Sosok Hacker Bjorka 

BANGKAPOS.COM- Saat Indonesia sedang dihebohkan dengan perentasan r Server Pusat Data Nasional atau PDN RI, sosok hacker Bjorka kembali jadi trending topik di X (Twitter), pada Kamis, (27/6/2024).

Siapa Bjorka?

Bjorka menjadi terkenal di Indonesia ketika ia membocorkan dokumen rahasia Presiden Jokowi.

Beberapa tahun lalu, Bjorka mengklaim berhasil mendapat 1,3 miliar data pendaftar kartu SIM dari Kominfo di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Bjorka dengan berani menyebut pemerintah dengan sebutan 'idiot' terkhusus Kominfo yang sempat bikin heboh karena kasus bocornya data masyarakat Indonesia baru-baru ini.

Terbaru, hacker Bjorka mengancam akan membocorkan banyak dokumen rahasia Presiden Jokowi yakni serangkaian surat rahasia untuk Presiden Jokowi, termasuk dari Badan Intelijen Negara (BIN).

"Contains letter transactions from 2019 - 2021 as well as documents sent to the President including a collection of letters sent by the State Intelligence Agency (Badan Intelijen Negara) which are labeled as secret," ujar hacker Bjorka dalam dalam unggahannya di breached.to, dikutip Sabtu 10 September 2022.

Lantas siapakah hacker Bjorka?

Sosok Bjorka merupakan hacker yang mendadak muncul demi melawan pemerintah Indonesia.

Ia pertama kali muncul dengan menunggah pesan di BreachForums untuk pemerintah Indonesia yakni "My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot". 

Pesan Bjorka itu menanggapi pihak Kominfo yang meminta hacker tersebut untuk 'tidak menyerang' usai berusaha menjual 1,3 miliar data registrasi SIM card milik masyarakat Indonesia.

Bjorka mengunggah data tersebut pertama kali pada tanggal 31 Agustus, 01.39 PM di tempatnya berada.

Melalui tangkapan layar yang dibagikan pengguna Twitter, Bjorka mengklaim memiliki total 1.304.401.300 data registrasi kartu SIM berupa nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler yang digunakan, dan tanggal registrasi.

Bjorka juga mengklaim telah membagikan dua juta data sampel secara gratis. Kominfo meminta agar para operator seluler dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dugaan kebocoran data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia.

Dilihat dari laman mereka, Breached.to, dokumen tersebut memiliki rentang waktu 2019-2021.

Salah satu dokumen surat yang diunggah diduga berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Tangkapan layar dari situs Breached.to yang diduga berisi dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo. Salah satu dokumen yang diunggah oleh akun Bjorka itu diduga berasal dari BIN.

Selain itu dalam unggahannya, hacker tersebut menjelaskan bahwa telah mengunggah total 679.180 dokumen berukuran 40 Mega Byte (MB) dalam bentuk data terkompres.

Hacker yang Retas PDN RI Siapa?

Siapa sosok hacker yang bikin eror Server Pusat Data Nasional atau PDN RI hingga disebut-sebut datanya tak bisa dipulihkan lagi.

Beberapa hari lalu heboh pemberitaan PDN RI down ulah serangan siber yang dilakukan hacker.

Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan ransomware Lockbit 3.0.

Kabar itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi.

"Mereka meminta 8 juta dolar AS," kata Budi Arie, dikutip dari Tribun Toraja, Senin (24/6/2024).

Budi Arie menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan ransomware Lockbit 3.0.

Mengutip dari Kompas.com, Lockbit adalah ransomware paling aktif di dunia selama tiga tahun terakhir.

Menurut data firma keamanan siber Trend Micro, selama kuartal pertama 2024, sindikat yang terafiliasi dengan Lockbit menjadi pelaku serangan ransomware paling berhasil, dengan jumlah serangan sukses pada 217 korban.

Ini jauh lebih tinggi ketimbang dua sindikat di posisi kedua, 8Base dengan 78 korban, dan BlackBasta dengan 69 korban.

Total, selama triwulan pertama 2024 ini, ada 1.023 korban ransomware akibat serangan dari 48 sindikat.

Hingga kini belum dapat diketahui siapa hacker atau peretas yang telah bikin eror server PDN RI tersebut.

Pada 2022, LockBit menjadi ransomware paling sukses. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved