Berita Bangka Selatan
Viral Video 19 Detik Angin Puting Beliung di Bangka Selatan
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud), Iptu Mulia Renaldi tak menampik ihwal beredarnya video tersebut
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Viral di media sosial video menampilkan pusaran angin yang membumbung tinggi ke langit di tengah laut Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Video dengan durasi 19 detik itu memperlihatkan angin puting beliung melanda perairan laut.
Diketahui peristiwa itu terjadi di Perairan Laut Tanjung Kubu, Kecamatan Toboali. Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud), Iptu Mulia Renaldi tak menampik ihwal beredarnya video tersebut.
Menurutnya kejadian itu terjadi di Perairan Tanjung Kubu, Kecamatan Toboali dan mengarah ke wilayah Tanjung Timor.
Usai peristiwa, angin puting beliung diklaim tidak berdampak terdapat masyarakat di permukiman warga.
“Lokasi kejadian itu di Perairan Tanjung Kubu. Sementara jika dilihat dari alurnya, angin puting beliung masuk ke wilayah Tanjung Timor,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (5/7/2024) petang.
Mulia Renaldi mengungkapkan, cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang sudah terjadi di sebagian besar wilayah di Kabupaten Bangka Selatan sejak Kamis (4/7/2024) kemarin.
Sebagaimana prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang cuaca ekstrem masih akan melanda sebagian besar wilayah itu hingga beberapa hari kedepan.
Sebab itu, dirinya meminta masyarakat nelayan agar waspada terhadap gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Khususnya saat hendak melaut, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengintai perairan laut di daerah itu.
Dinamika cuaca yang sering terjadi sebagai dampak dari perubahan iklim banyak mempengaruhi aktivitas nelayan.
Oleh karena itu, pihaknya meminta para nelayan di daerah itu untuk waspada saat melaut. Sebab, cuaca yang terjadi saat ini masuk kategori ekstrem. Potensi cuaca ekstrem saat ini dapat terjadi kapan saja, apalagi gelombang tinggi di perairan.
“Perlu diketahui bersama bahwa untuk kondisi cuaca di seputaran wilayah hukum Polres Bangka Selatan saat ini memang tidak menentu,” jelasnya.
Ditambahkan dia, di tengah cuaca ekstrem aparat kepolisian telah melakukan edukasi kepada masyarakat nelayan dan warga yang tinggal di tepi pantai.
Khususnya melalui kegiatan patroli yang dilakukan di area perairan Bangka Selatan, maupun pemasangan spanduk. Hal ini supaya para nelayan untuk selalu berhati-hati ketika melaut.
Sosialisasi dan edukasi keselamatan sejauh ini masih terus dilakukan, baik kepada warga pesisir maupun nelayan agar bijak menyikapi perkembangan cuaca saat ini.
Langkah itu sebagai upaya antisipasi mencegah kejadian atau kecelakaan yang tidak diinginkan.
Ada beberapa hal yang perlu dilihat dan waspadai oleh para nelayan sebelum berangkat. Satu di antaranya adalah hujan badai dan angin kencang yang beresiko tinggi menyebabkan kecelakaan. Adanya angin kencang dapat memicu terjadinya gelombang tinggi.
Jika hal itu terjadi disarankan kapal-kapal yang sedang beraktivitas di laut untuk berhenti, menepi ke pelabuhan. Bisa juga bergerak ke pulau-pulau sekitar.
Selain itu dirinya turut meminta masyarakat serta pelaku wisata yang tinggal di daerah bantaran sungai maupun pesisir pantai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir.
Apabila terjadi banjir sesegera mungkin pindah dan mencari tempat yang aman.
“Kami imbau kepada seluruh nelayan untuk terus berhati-hati. Apabila cuaca tidak mendukung atau memang diperkirakan tidak menentu kami minta untuk tidak melaut,” ucapnya.
Mulia Renaldi turut berpesan kepada para nelayan untuk mengutamakan keselamatan. Lengkapi diri dengan berbagai perlengkapan keselamatan saat melaut, mulai dari jaket pelampung, alat komunikasi dan bahan bakar tambahan.
Terpenting jangan memaksakan diri jika cuaca tidak memungkinkan untuk menghindari bahaya cuaca ekstrem.
“Untuk alat keselamatan tetap diperhatikan sebelum melaut. Mulai dari jaket keselamatan dan alat komunikasi. Semua itu guna memudahkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucap Mulia Renaldi.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Dituduh Curi Solar, Pria di Toboali Bangka Selatan Jadi Korban Pengeroyokan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Matangkan Persiapan Haji 2026, Dua Titik Pemberangkatan Disiapkan |
|
|---|
| Kembangkan Industri Hilir Terkendala Anggaran, Pemkab Bangka Selatan Minta Dukungan DPRD |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Dorong Hilirisasi Sawit, Dinilai Sangat Potensial Dikembangkan |
|
|---|
| Pemkab Basel Siapkan Strategi Tekan Belanja Pegawai 30 Persen Jelang 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240705-Tangkapan-layar-angin-puting-beliung.jpg)