Berita Bangka Selatan
Bangka Selatan Tercepat dalam Proses Coklit di Bangka Belitung
Proses Coklit oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Kabupaten Bangka Selatan telah mencapai 98,02 persen
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Proses pencocokan dan penelitian ( Coklit ) oleh petugas pemutakhiran data pemilih ( Pantarlih ) di Kabupaten Bangka Selatan telah mencapai 98,02 persen.
Dengan capaian tersebut menjadikan Kabupaten Bangka Selatan tercepat sementara dalam tahapan coklit se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan mampu menempatkan diri pada daerah urutan pertama dari tujuh kabupaten dan kota yang ada.
Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Bangka Selatan, Rahmad Nadi mengatakan, setidaknya sudah terdapat 147.746 orang atau 98,02 persen masyarakat di daerah itu telah tercoklit selama 17 hari terakhir.
Dari total target sebanyak 150.730 orang yang masuk ke dalam data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan atau DP4.
Ditargetkan sebanyak 2.182 orang yang belum tercoklit akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.
“Berdasarkan data sementara per Selasa (9/7) kemarin untuk tingkat lokal Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah tercepat dalam melakukan coklit dan peringkat pertama. Sementara secara skala nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung peringkat kedelapan tercepat dalam pelaksanaan Coklit,” kata dia di Toboali, Rabu (10/7/2024).
Menurut Rahmad Nadi, setidaknya sudah empat dari delapan kecamatan di daerah itu menyelesaikan tahapan Coklit secara utuh 100 persen.
Masing-masing wilayah yakni Kecamatan Kepulauan Pongok, sebanyak 3.080 orang dan Kecamatan Tukak Sadai dengan 9.614 orang. Lalu, Kecamatan Pulau Besar 9.614 orang dan Kecamatan Airgegas dengan 31.730 orang. Sementara di Kecamatan Lepar baru mencapai 5.788 orang atau 99,28 persen dari target 5.830 orang.
Sedangkan di Kecamatan Simpang Rimba baru terealisasi sebesar 99,73 persen atau 18.021 orang dari target 18.070 orang dan di Kecamatan Toboali sebesar 58.010 orang atau 98,35 persen dengan target 58.981 orang.
Posisi terakhir ada di Kecamatan Payung sebesar 93,04 persen atau 14.974 orang dari target 16.094 orang. Data tersebut masih berpotensi fluktuatif dan bertambah seiring dengan proses coklit yang masih berjalan setiap harinya.
“Jadi sudah ada empat kecamatan yang 100 persen menyelesaikan tahapan coklit. Empat kabupaten lainnya masih terus berproses, namun ada peningkatan setiap harinya,” urai Rahmad Nadi.
Selama tahapan coklit berlangsung lanjut dia, sejumlah kendala turut dialami oleh petugas pantarlih di lapangan. Mulai dari jarak tempuh rumah warga yang cukup jauh hingga permasalahan masyarakat enggan dilakukan coklit. Misalnya saja yang terjadi di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba.
Warga menolak untuk dicoklit lantaran mengalami trauma akibat data pribadinya digunakan sebagai debitur kasus kredit usaha rakyat (KUR) fiktif yang dilakukan oleh bank pembangunan daerah (BPD) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bahkan saat ini kasusnya tengah ditangani oleh kejaksaan tinggi setempat. Walaupun begitu permasalahan tersebut mampu diselesaikan oleh petugas pantarlih di lapangan setelah warga diberikan edukasi.
Maka dari itu pihaknya meminta peran serta semua pihak untuk mensukseskan tahapan coklit untuk penetapan daftar pemilih tetap (DPT) ke depannya.
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Sektor Pariwisata Nasional Lewat RIDPN |
|
|---|
| BPJN Serahkan Pengelolaan Jalan IJD ke Pemkab Basel, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Perkuat Peran BUMD untuk Dongkar PAD |
|
|---|
| TNI dan Warga Percepat Pembangunan Empat Jembatan di Kabupaten Bangka Selatan |
|
|---|
| PWI Bangka Selatan Gelar Konferkab II, Dua Kandidat Siap Bertarung Rebut Kursi Ketua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240710-Sejumlah-Komisioner-KPU-Kabupaten-Bangka-Selatan.jpg)