Bangka Pos Hari Ini

Air Sumur Warga Beluluk Bau BBM

Saya ada dua sumur bor dan satu sumur gali, sudah tercemar semua. Airnya berbau tidak bisa diminum, hanya dipakai untuk mandi dan mencuci saja. Kita..

bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Kamis (11/7/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah warga Jalan Air Sankiw, RT 04 Dusun Sit Sampun, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah mengeluh tidak lagi bisa menggunakan air sumur untuk dikonsumsi.

Sebab air tersebut mengeluarkan aroma menyengat, diduga tercemar bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Beluluk yang ada di dekat pemukiman warga. Kondisi itu telah berlangsung setahun terakhir Seperti diungkapkan Baharudin, warga yang bermukim di dekat SPBU Beluluk tersebut.

“Aroma air dari sumur saya dan warga yang tercemar, baunya menyengat dan lama-lama nanti akan berubah menjadi kuning,” ungkap Baharudin ditemui Bangkapos.com, Rabu (10/7).

Ia mengungkapkan, sumur warga dekat SPBU tersebut mulai tercemar pada awal tahun 2023 lalu hingga sekarang.

“Saya ada dua sumur bor dan satu sumur gali, sudah tercemar semua. Airnya berbau tidak bisa diminum, hanya dipakai untuk mandi dan mencuci saja. Kita terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan memasak atau konsumsi,” keluhnya.

Diakui Baharudin, keluhan warga ini sudah dua kali terjadi. Pertama pada tahun 2015 lalu, namun kala itu pihak SPBU telah memberikan solusi.

“Namun sejak awal tahun 2023 mata air warga sekitar SPBU kembali lagi tercemar semua,” ungkapnya.

Kata Baharudin, dulu pihak SPBU Beluluk pernah memberikan bantuan air kepada warga yang sumurnya tercemar, tapi tidak mencukupi, khususnya saat musim kemarau.

Baca juga: Aon Sebut Adiknya Toni IQ Lambat

Baca juga: 36 Siswa di Bangka Selatan Terancam Putus Sekolah

Baca juga: Terima Laporan Warga Desa Beluluk soal Air Tercemar BBM, DLH Bateng Koordinasi dengan Dinkes Babel

Keluhan serupa disampaikan Rumiyah yang rumahnya juga tidak jauh dari SPBU tersebut.

“Air sumur tidak saya gunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari karena sudah tercemar BBM, baunya menyengat sekali,” beber Rumiyah ditemui Bangkapos.com di kediamannya, kemarin.

Dia juga mengaku selama sumur di rumahnya tercemar, terpaksa harus membeli air isi ulang untuk dikonsumsi.

“Saya beli untuk dikonsumsi yaitu air galon, ada juga menggunakan air bantuan dari pihak SPBU,” ucapnya.

Sementara Ketua RT 04 Dusun Sit Sampun, Heru menyebutkan sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa maupun SPBU terkait tercemarnya sumur warga.

“Sudah saya sampaikan ke kades dan SPBU, nanti Kamis (11/7) ini kami akan menggelar pertemuan di Balai Desa Beluluk terkait persoalan yang terjadi,” sebutnya.

Lanjut Heru, intinya warga ingin mencari solusi terhadap permasalahan ini.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved