Selasa, 21 April 2026

Arti Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Meski kalimatnya pendek, namun zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil mengandung mkeistimewaan luar biasa.

|
Penulis: fitriadi | Editor: fitriadi
YouTube Bang Uje Nurjaman
Zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir memiliki keutamaan luar biasa bagi orang yang mengamalkannya. 

Di masa Nabi Muhammad SAW, ada kisah tentang kedahsyatan zikir ini di masa Nabi Ibrahim a.s.

Kala itu Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api oleh orang-orang Quraisy.

Imam Nawawi dalam buku Riyâdh ash-Shâlihîn menulis, “Hasbunallah Wanikmal Wakil diucapkan oleh Ibrahim a.s. ketika dilempar ke dalam api, juga diucapkan oleh Muhammad saw.  ketika ada orang-orang mengatakan ‘Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,’ ternyata (ucapan) itu menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.’” (Diriwayatkan oleh Bukhari).

Ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tungku api, Jibril bertanya kepada beliau –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’ Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.

Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

2. Perang Uhud

Kisah tentang zikir Hasbunallal Wanikmal Wakil juga diceritakan dalam Al-Quran, ketika perang Uhud antara umat Islam dan kafir Quraisy.

Uhud adalah nama bukit yang tidak terlalu tinggi, sekitar 1.077 meter, berjarak kira-kira empat kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah.

Perang Uhud terjadi pada tahun 3 Hijriah, merupakan perang kedua terbesar dalam sejarah awal Islam setelah perang Badar.

Pada perang itu, sebagian orang munafik Madinah merasa ngeri berhadapan dengan pasukan Quraisy yang begitu kuat. Mereka gentar dan mengajak anggota pasukan muslim lainnya untuk mundur saja.

Pasukan muslim yang beriman malah semakin bertambah teguh imannya dengan sikap gentar orang-orang munafik itu.

Orang mukmin mengatakan ucapan Hasbunallah di atas sebagai bentuk keyakinan akan pertolongan Allah.

Kisah ini dapat kita baca pada ayat-ayat Al-Quran yang maknanya sebagai berikut:

"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah dan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin, (yaitu) orang-orang yang memenuhi (seruan) Allah dan Rasul setelah mereka menderita luka-luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa di antara mereka akan mendapat pahala yang sangat besar, (yaitu) mereka yang (ketika ada) orang-orang mengatakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kamu. Oleh karena itu, takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS Ali Imran [3]: 171-172).

3. Perang Badar

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved