Tribunnews
Prospek Perbaikan Lahan Eks Tambang Timah
Hasilnya menunjukkan bakteri dari kelompok Aktinobakteria yang mampu beradaptasi pada lingkungan kritis mendominasi lahan yang baru saja ditambang
Oleh: Hirmas Fuady Putra - Mahasiswa S3, Graduate School of Environmental and Life Science, Okayama University, Jepang
TIMAH menjadi komoditas yang mencuri perhatian publik dewasa ini. Terlepas dari kasus hukum terkaitnya, timah memberi peran penting dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Dampak perekonomian menyentuh sampai lapisan akar rumput warga Serumpun Sebalai ini.
Namun, dampak lingkungan pun menjadi konsekuensi penting dari penambangan mineral ini. Tanah menjadi komponen ekosistem primer yang tergerus kualitasnya setelah penambangan timah secara terbuka di darat.
Baru-baru ini, penulis sebagai mahasiswa doktoral di Okayama University, Jepang, berhasil memublikasikan hasil penelitian terkait kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah pascapenambangan timah di Pulau Belitung, di jurnal top dunia (Q1), Land Degradation and Development, Edisi Februari 2024, oleh Penerbit Wiley, Amerika Serikat. Hasil penelitian ini mengungkap penyebab utama kemerosotan kualitas tanah adalah hilangnya partikel halus/liat tanah setelah proses pencucian tanah dalam menambang timah. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan secara alami, pemulihan tanah ini sangat lambat, membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun dengan kemajuan yang tidak signifikan.
Penulis dalam temuan terbaru ini menemukan terobosan data biologi tanah, yaitu komposisi bakteri tanah di lahan penelitian tersebut, berdasarkan hasil analisis DNA pada sampel tanah, yang membuktikan bahwa sebenarnya dalam kurun waktu 6-7 tahun proses pemulihan tanah sudah berlangsung signifikan. Indikatornya adalah pergeseran komunitas bakteri yang mendominasi tanah pada lahan yang baru saja ditambang dan lahan satu tahun setelah ditambang dengan lahan enam tahun setelah ditambang dan direklamasi.
Hasilnya menunjukkan bakteri dari kelompok Aktinobakteria yang mampu beradaptasi pada lingkungan kritis mendominasi lahan yang baru saja ditambang, namun setelah 6 tahun kelompok bakteri tersebut tergeser dan perlahan menghilang digantikan kelompok bakteri Proteobakteria, yang terbiasa pada lingkungan yang sudah relatif stabil. Ini mengindikasikan suksesi ekologis dari lahan reklamasi 6 tahun sudah menuju ekosistem yang lebih baik bagi pertumbuhan organisme di dalam tanah dan di atas tanah.
Data tersebut juga dibandingkan dengan data hasil analisis serupa dari sampel tanah hutan alam di sekitar lokasi penelitian untuk mencapai objektivitas pemantauan. Data analisis fisika tanah berupa kapasitas tanah menahan air juga mendukung hasil analisis biologi tanah di atas, walaupun memang data kandungan bahan organik tanah pada lahan reklamasi tersebut masih jauh dari data referensi tanah hutan sekitar.
Penelitian terbaru ini juga mengungkap anggota kelompok bakteri yang menguasai lahan eks tambang muda di Pulau Belitung tergolong langka, yaitu Nocardiodes marinus yang hanya ditemukan juga di kepulauan kecil di Korea Selatan. Uniknya habitat asli bakteri ini adalah laut. Fakta ini bisa menjadi bukti penguat bahwa daratan Belitung dahulunya berada di bawah laut yang kemudian terangkat secara geologis ke atas permukaan laut.
Data riset yang sudah melalui tinjauan sejawat berlapis dari para peneliti dunia ini memberikan alternatif pemantauan kemajuan reklamasi lahan eks tambang timah di Bangka Belitung, dengan pendekatan biologi molekuler dari sampel tanah. Indikator kemajuan lahan akan muncul dari kelompok-kelompok bakteri tanah di atas.
Tentunya, riset ini sedang dalam proses lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran komprehensif metode baru dan efisien dalam perbaikan kualitas lahan pascatambang timah. Angin segar bagi penggiat perbaikan lahan timah Bangka Belitung bisa dirasakan dari riset tersebut. Harapan akan kondisi ekosistem yang lebih kondusif masih ada, jika proses rehabilitasi lahan dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan. Tak ada kata terlambat dalam menata kembali alam Bumi Laskar Pelangi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240718_Penulis-bersama-tim-peneliti-dari-Jepang.jpg)