Berita Bangka Selatan
25.976 Anak Jadi Target Vaksinasi Polio di Bangka Selatan
Putaran pertama akan mulai 23-29 Juli 2024. Sementara putaran kedua mulai diberikan dua minggu setelah pemberian putaran pertama
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan anak-anak usia 0-7 tahun menjadi sasaran penerima imunisasi polio pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio.
Kebijakan tersebut sebagai upaya memutuskan rantai transmisi virus polio, minimal 95 persen dari target tersebut perlu divaksinasi. Pemberian imunisasi mengantisipasi kejadian luar biasa atau KLB polio di kalangan anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa berujar, terdapat 25.976 anak di daerah itu menjadi target penerima imunisasi polio.
Sebab, risiko tinggi transmisi polio masih dapat terjadi bagi anak usia 0-7 tahun. Oleh sebab itu, pemberian imunisasi polio secara massal untuk mencegah perluasan transmisi serta menanggulangi wabah yang sedang terjadi.
“Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada 192.279 orang anak. Sementara di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 25.976 orang anak usia 0-7 tahun,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (22/7/2024).
Agus Pranawa membeberkan pemberian vaksinasi polio bertujuan untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit polio tipe dua yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen yang ditemukan kasusnya di beberapa wilayah.
Nantinya pemberian vaksin polio akan dimulai pada Selasa (23/7/2024) besok dan masing-masing berlangsung sebanyak dua putaran, karena harus diberikan dalam dua dosis.
Putaran pertama akan mulai 23-29 Juli 2024. Sementara putaran kedua mulai diberikan dua minggu setelah pemberian putaran pertama atau mulai 6-12 Agustus 2024.
Menurutnya, sejumlah wilayah masuk ke dalam risiko tinggi transmisi polio, terutama polio tipe dua. Sehingga para ahli serta organisasi dunia merekomendasikan pemberian imunisasi polio secara massal untuk mencegah perluasan transmisi serta menanggulangi wabah yang sedang terjadi.
Pemberian imunisasi akan dilakukan secara serentak di berbagai lokasi, mulai dari rumah sakit, pos pelayanan terpadu atau posyandu hingga pusat kesehatan masyarakat alias puskesmas.
“Karena polio berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, karena mengakibatkan kelumpuhan permanen bahkan kematian bagi anak-anak,” jelas Agus Pranawa.
Polio adalah penyakit sangat menular yang menyebar lewat saluran cerna disebabkan oleh poliovirus. Polio dapat terjadi apabila lingkungan dan kebiasaan tidak sehat, seperti air tidak bersih, masak tidak sampai matang, atau buang air besar sembarangan.
Kelumpuhan akibat infeksi polio sampai saat ini belum bisa diobati. Untuk itu perlu ikhtiar terbaik dengan mencegah jangan sampai sakit. Pencegahan yang paling efektif, yakni imunisasi polio berupa vaksin tetes empat kali dan dua kali polio suntik lengkap.
Disebabkan oleh infeksi virus dan penyakit ini menyerang sistem saraf serta bisa menyebabkan kelumpuhan. Oleh sebab itu, pencegahan polio tidak cukup dengan sosialisasi kesehatan saja.
Akan tetapi perlu adanya pendekatan lain yakni pendekatan budaya yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut dapat melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat dan lain-lain.
| Jejak Terakhir Doli, Pemancing Hilang di Sungai Nyireh, Rekan Lihat Buih Diduga dari Mulut Buaya |
|
|---|
| Harga BBM Non Subsidi Naik, Pertamina Dex di SPBU Gadung Toboali Makin Tak Laku |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pembelian Pertamina Dex di Bangka Selatan Anjlok |
|
|---|
| TP PKK Bangka Selatan Dorong Posyandu Naik Kelas, Layani Enam Bidang Sekaligus |
|
|---|
| 122 Posyandu Harus Bergerak, Pemkab Bangka Selatan Dorong Layanan Terpadu hingga Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/vaksin-polio_20160305_114430.jpg)