Berita viral
Viral Gegara Mie Instan, Pemuda Ini Tega Hajar Saudaranya hingga Babak Belur
Viral gegara perkara mie instan, pemuda di Desa Saluan, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tega hajar saudaranya hingga babak belur
Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM -- Viral gegara perkara sepele mie instan, pemuda di Desa Saluan, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tega hajar saudaranya hingga babak belur.
Peristiwa ini bermula ketika pelaku hendak bertanya apakah korban mempunyai mi instan di rumahnya.
Namun, korban mengaku tidak punya mi instan.
Pelaku tak percaya, ia pun berinisiatif mencari, dan akhirnya menemukan sebungkus mi instan di dapur korban.
Rasa kesal pelaku pun memuncak.
Pelaku kemudian memukul korban sebanyak 3 kali yang mengenai pipi kiri, pelipis, hingga belakang telingga.
“Dugaan penyebab penganiayaan ini lantaran MS merasa dibohongi oleh AL,” ungkap Kapolsek Toili AKP Raden Hermawan, Jumat (26/7/2024), dikutip dari Tribun Palu.
Meski sempat dilaporkan lalu diproses, polisi pun berinisiatif mempertemukan kedua pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
Setelah dimediasi, kasus penganiyaan ini pun dapat diselesaikan secara damai dan dibuatkan surat pernyataan bersama.
Sementara kasus penganiayaan dipicu masalah sepele juga pernah terjadi di Muna, Sulawesi Tenggara.
Seorang pria di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, tega membunuh temannya sendiri.
Korban ditikam temannya berkali-kali hingga tewas hanya karena dipicu persoalan sepele.
Pembunuhan itu dipicu gara-gara berdebat masalah sepele saat mabuk, apakah ayam atau telur yang duluan ada di dunia.
Korban berinisial DR tewas usai ditikam temannya bernama Kadir Markus (47) sebanyak 15 kali.
Korban warga Desa Lakapera, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
Perstiwa pembunuhan ini terjadi di Jalan Poros Raha-Lakapera, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, pada Rabu (24/7/2024).
Kadir Markus menghabisi nyawa temannya menggunakan senjata tajam jenis badik.
Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Tongkuno, Iptu Abdul Hasan membenarkan peristiwa penikaman tersebut.
Motif pembunuhan tersebut karena korban tak bisa menjawab pertanyaan pelaku tentang lebih duluan telur atau ayam.
“Awalnya minum miras sama-sama, mereka minum berdua, setelah itu ada bahasan pelaku bertanya ke korban duluan telur atau ayam yang lahir,” kata sahabat korban, Roy P, Kamis (25/7/2024) seperti dikutip dari Kompas.com.
Lalu karena tak bisa menjawab, korban meminta izin untuk pulang ke rumahnya.
“Pelaku pergi ambil badik di rumahnya dan kemudian pergi kejar ini korban.
Dia kejar korban. Setelah tiba di depan gereja, baru dia tikam, sebanyak 15 tikaman,” ujar Roy.
Korban sempat ditolong warga dengan membawanya ke rumah sakit Wakuru, namun nyawanya tak tertolong lagi.
(Bangkapos.com/TribunPalu.com/Kompas.com)
| Kadishub Palembang Dicopot Buntut 19 Bawahannya Viral Ribut Razia Ilegal yang Picu Tabrakan Beruntun |
|
|---|
| 3 Bulan Menghilang, Ashari Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Sudah Keluar Jateng |
|
|---|
| 2 Korban Dugaan Kiai Cabul di Pati Cabut Pengakuan |
|
|---|
| Deretan Kelakuan Cabul Ashari Pengasuh Ponpes di Pati, Istri Pengikutnya juga Disikat |
|
|---|
| Kasat Reskrim Tunggu Ashari Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Hari Ini, Jika Tak Datang Akan Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mie-instant.jpg)