Senin, 13 April 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban IPS Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 232 233: Menganalisis Peralatan Hidup

Simak kunci jawaban Ilmu Pengatahuan Sosial kelas 10 SMA/MA halaman 232 dan 233 Kurikulum Merdeka edisi revisi aktivitas 4.8. 

Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
sumber lain
Kunci Jawaban IPS Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 232 233: Menganalisis Peralatan Hidup 

BANGKAPOS.COM - Simak kunci jawaban Ilmu Pengatahuan Sosial kelas 10 SMA/MA halaman 232 dan 233 Kurikulum Merdeka edisi revisi aktivitas 4.8. 

Pada materi 232 dan 233 buku IPS kelas 10 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, siswa akan dihadapkan dengan tugas individu yang ada di Aktivitas 4.8.

Kunci jawaban ini ditujukan sebagai bahan referensi siswa dalam belajar di rumah. Siswa diharapkan dapat menjawab soal secara mandiri sebelum melihat kunci jawaban

Berikut kunci jawaban IPS kelas 10 halaman 232 233 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi:

Aktivitas 4.8 

Menganalisis Peralatan Hidup dan Teknologi Masyarakat Indonesia

Jenis kegiatan: Tugas individu

Petunjuk Pengerjaan:

1. Bacalah artikel di bawah ini dengan cermat.

2. Kerjakan tugas dengan baik.

3. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Perahu Sandeq, Sprinter Terakhir dari Teluk Mandar

Bagi Suku Mandar yang menetap di pesisir Sulawesi Barat, perahu bukan sekadar “media penghubung” secara isik untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan ekonomi antarpulau. Perahu juga menjadi media transformasi nilai sebuah budaya dan bahkan konsepsi sebuah kepercayaan.

Menurut penelitian dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Asyariah Mandar, Ulya Sunani, perahu sandeq merupakan perahu bercadik warisan dari migrasi suku Austronesia sejak hampir 3.000 tahun lampau. Sandeq sarat dengan makna simbolik. Dasar lambung atau balakang perahu ini menggunakan kayu dari satu pohon utuh jenis berbuah, misalnya pohon nangka, mangga, atau durian. Maknanya agar perahu selalu membuahkan tangkapan ikan melimpah. Selanjutnya layar segitiga yang melekat pada tiang (pallayarang) berbahan bambu sebagai simbol keharmonisan hubungan manusia dan Sang Pencipta.

Horst Hibertus Liebner, peneliti kemaritiman asal Jerman yang telah tiga dekade meneliti budaya kelautan masyarakat Sulawesi, mengatakan bahwa para pelaut Mandar dengan berbekal sandeq mampu mengarungi lautan selama berhari-hari untuk mencari ikan hingga ratusan kilometer jauhnya dari kampung mereka.

Menurut sebagian peneliti, termasuk pengamat budaya Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin, perahu sandeq dikembangkan dari model sejenis bernama pakur oleh para pembuat perahu di Desa Pambusuang, Polewali Mandar pada era 1930-an. Alimuddin meyakini bahwa sandeq sebagai sprinter alias “pelari” tercepat di atas perairan Teluk Mandar. “Kalau keadaan angin stabil dan tidak terjadi apa-apa di lapangan, sandeq yang berangkat dari Baurung dengan tujuan Polewali bisa tiba bersamaan dengan pete-pete (perahu penumpang) yang berangkat dari Tinambung menuju Polewali dengan kecepatan normal,” dalam bukunya Sandeq Perahu Tercepat Nusantara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved