Akal Bulus Eks Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba, Akui Sering Minta Uang ke Kepala Dinas
Beberapa fakta terungkap dalam kasus gratifikasi yang menjerat eks gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Negeri Ternate
Penulis: Agis Priyani | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Beberapa fakta terungkap dalam kasus gratifikasi yang menjerat eks gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Negeri Ternate.
Abdul Ghani diketahui suka mentransfer sejumlah uang ke beberapa wanita cantik, yakni Pramugari, Pegawai Bank Hingga Putri Indonesia perwakilan Maluku Utara.
Terbaru, mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), mengaku sering meminta uang kepada sejumlah kepala dinas jika belum ada pencairan untuk perjalanan dinas.
"Kalau belum ada uang perjalanan di keuangan Pemprov Malut, saya meminta uang ke kepala dinas untuk membantu biayai perjalanan dan kebutuhan selama di luar daerah," kata Abdul Gani, dilansir Antara, Sabtu (3/8/2024).
Diketahui, persidangan dipimpin oleh ketua majelis hakim Rommel Franciskus Tampubolon dan didampingi empat hakim anggota, masing-masing Haryanta, Kadar Nooh, Moh Yakob Widodo, dan Samhadi.
Dalam Pengakuannya, Abdul Ghani juga mengatakan sejumlah kepala dinas sering dimintai bantuan setiap ke luar daerah jika tidak ada dana di keuangan Pemprov Malut.
Saat ditanya soal permintaan uang, Abdul Gani mengakui meminta bantuan kepada sejumlah kepala dinas dan mereka mentransfer ke rekening ajudannya.
Bahkan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemprov Malut Daud Ismail merupakan salah satu pejabat yang sering kali memberikan uang untuk berbagai keperluan, baik untuk perjalanan dinas maupun untuk berobat.
Oleh karena itu, saat itu Abdul Gani mengajukan pangkat istimewa ke Daud Ismail, yang saat itu masuk memiliki golongan pangkat IV/a dinaikkan menjadi IV/b.
Menurut AGK, saat dilantik menjadi Gubernur Malut pada 3 Januari 2019 hingga berakhir pada 23 Desember 2023 saat OTT KPK, dirinya memiliki 14 orang patwal.
Adapun uang itu semua ditampung di rekening ajudannya bernama Ramadhan Ibrahim. Jika ada uang masuk ke ajudan lainnya, seperti Zaldy Kasuba, Deden, dan Ipda Wahidin Tahmid, Abdul Gani tetap minta untuk diserahkan ke Ramadhan.
Bahkan uang yang diberikan oleh pejabat di lingkup Pemprov Malut maupun kontraktor langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, mulai sekolah, kuliah, hingga kebutuhan lainnya.
Abdul Ghani Transfer Uang ke Sejumlah Wanita
Terungkap sejumlah temuan terbaru dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap eks Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba (AGK) kembali digelar di Pengadilan Negeri Ternate pekan ini.
Namun yang menarik perhatian para pengunjung sidang adalah soal transfer uang yang diberikan AGK kepada puluhan wanita yang sebagian besar diantaranya berparas cantik.
Bahkan AGK terkesan diam-diam mengirim uang puluhan juta kepada para wanita cantik itu.
| Bangka Selatan Dapat Kuota 6.943 Ton Pupuk Subsidi Tahun 2026, Toboali Terima Alokasi Terbesar |
|
|---|
| ASN di Toboali Jadi Korban KDRT, Suami Menyerahkan Diri ke Polisi |
|
|---|
| Sosok Rita Widyasari, Mantan Bupati Kukar yang Kembali Terseret Dugaan TPPU Rp436 Miliar |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Bidik Hilirisasi Empat Komoditas Unggulan untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani |
|
|---|
| Pengangguran Masih Jadi Tantangan, Pemkot Pangkalpinang Siapkan BLK dan Program Kerja ke Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Akal-Bulus-Eks-Gubernur-Malut-Abdul-Ghani-Kasuba-Akui-Sering-Minta-Uang-ke-Kepala-Dinas.jpg)