Minggu, 17 Mei 2026

Olimpiade Paris 2024

Sosok Thomas Ceccon Peraih Medali Emas Olimpiade Paris 2024 Terpaksa Tidur di Taman, VIral

Thomas Ceccon, atlet renang asal Italia yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, menjadi perbincangan hangat di media sosial

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: fitriadi
(Instagram/ceccon_thomas)
Potret atlet renang Italia tidur di taman. Ia kepanasan karena kamar asrama Olimpiade Paris 2024 tidak disediakan AC. (Instagram/ceccon_thomas) 

BANGKAPOS.COM--Thomas Ceccon, atlet renang asal Italia yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah fotonya yang tidur di taman beralaskan handuk viral.

Potret tersebut diunggah oleh atlet dayung Arab Saudi, Husein Alireza, di akun Instagramnya pada Sabtu (3/8/2024).

Husein menandai lokasi foto itu di area Desa Olimpiade Paris.

Menurut laporan dari The Daily Beast yang dikutip oleh Kompas.com pada Minggu (4/8/2024), foto tersebut menarik perhatian publik karena menunjukkan kondisi istirahat para atlet di Olimpiade.

Federasi Renang Italia menanggapi foto tersebut dengan menyatakan bahwa Thomas hanya sedang tidur siang.

Namun, banyak atlet mengeluhkan kondisi asrama mereka selama Olimpiade Paris 2024, termasuk Thomas yang merasa kesulitan tidur nyenyak.

Thomas Ceccon, yang baru berusia 23 tahun, meraih dua medali di Olimpiade Paris 2024, yaitu medali emas pada nomor gaya punggung 100 meter putra dan medali perunggu pada nomor estafet 4 x 100 meter putra.

Meskipun begitu, Thomas gagal meraih medali ketiga setelah tidak mampu tampil maksimal pada nomor gaya punggung 200 meter putra.

Dia mengaku mentalnya hancur karena lelah dan sulit tidur selama berada di Desa Olimpiade.

"Saya menyerah di semifinal, sedikit lelah, sulit tidur baik di malam hari maupun di siang hari, antara kebisingan dan panas," ujarnya, dikutip dari Give Me Sport pada Minggu.

Thomas mengungkapkan bahwa banyak atlet terpaksa mencari akomodasi alternatif karena sulit tidur dalam kamar yang sangat panas tanpa AC dan makanan yang tidak memadai.

"Tidak ada AC, kami tidak makan dengan baik, dan ada masalah dengan makanan. Banyak atlet pindah karena alasan ini. Itu bukan alibi, itu adalah kisah nyata tentang apa yang mungkin tidak diketahui semua orang," katanya.

Meskipun demikian, Thomas berhasil mencatatkan rekor dunia pada nomor gaya punggung 100 meter putra.

Namun, pengalaman buruk selama Olimpiade memberikan pelajaran berharga baginya.

Kondisi Desa Olimpiade Paris

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved