Berita Pangkalpinang

Dinas PUPR Pangkalpinang Keruk Sungai Mengalami Sedimentasi untuk Mengantisipasi Banjir

Saat ini pengerukan sungai yang mengalami sedimentasi dilakukan di sekitar Jembatan Nanas, Pasar Induk Pembangunan Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
Ist/dok PUPR Ikmanto
Pengerukan sedimentasi di jembatan nanas dekat pasar induk pembangunan Kota Pangkalpinang, Kamis (1/8/2024). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pangkalpinang rutin melakukan normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi atau pendangkalan.

Saat ini pengerukan sungai yang mengalami sedimentasi dilakukan di sekitar Jembatan Nanas, Pasar Induk Pembangunan Kota Pangkalpinang.

Kabid SDA Dinas PUPR Kota Pangkalpinang, R. M. Ikmanto, menyatakan bahwa kegiatan normalisasi sungai ini memang rutin dilaksanakan di berbagai lokasi yang memiliki tingkat sedimentasi tinggi.

"Sedimentasi di jembatan nanas dekat pasar induk memang sudah cukup banyak karena aliran dari sungai Pedindang juga. Terakhir kali pengerukan di sungai itu dilakukan tiga tahun lalu, jadi kami lakukan lagi dan masih berlangsung sampai saat ini," kata Ikmanto kepada Bangkapos.com, Rabu (7/8/2024).

Pada pengerukan terbaru di jembatan nanas, sekitar 30 ribu kubik sedimentasi berhasil diangkut. Ikmanto menekankan pentingnya upaya ini untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, terutama saat gelombang air laut naik.

"Dengan mengangkut 30 ribu kubik sedimentasi, kita bisa menampung debit air yang setara. Pengerukan rutin memastikan air tidak meluap ke daratan, karena air akan mencari titik terendah. Dengan memperbanyak titik terendah melalui pengerukan, air akan masuk ke sana," jelasnya.

Lebih lanjut, Ikmanto yakin bahwa pengerukan rutin ini adalah strategi penting untuk mengatasi masalah genangan dan banjir di Kota Pangkalpinang.

"Kami berharap dengan rutin melakukan pengerukan ini bisa mengendalikan banjir dan genangan di Kota Pangkalpinang. Saluran-saluran kecil juga rutin kita bersihkan agar aliran air maksimal. Jadi, saat terjadi hujan deras dan disertai air laut tinggi, daya tampungnya memadai," tambahnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved