Sabtu, 11 April 2026

Berita Bangka Barat

Juknis Program Makan Bergizi Prabowo Belum Ada, Kadisdikpora Babar Tahu Apa Sasaran dan Anggarannya

Program makan gratis atau makan bergizi yang diusung Presiden terpilih, diharapkan dapat menyasar ke semua kalangan masyarakat.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Bangkapos/Riki Pratama
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Bangka Barat, Henky Wibawa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Petunjuk teknis pelaksanaan program makan bergizi gratis di pemerintahan Prabowo Subianto pada 2025 mendatang hingga saat ini belum ada.

Pemerintak Kabupaten Bangka Barat belum mengetahui bagaimana penerapannya, sasaran hingga pos anggaran yang akan digunakan untuk anggaran tersebut.

Apakah menggunakan anggaran daerah dari APBD, atau dari anggaran pusat yakni APBN.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Bangka Barat, Henky Wibawa mengatakan program makan bergizi gratis sudah lama ada, tetapi diubah dimasa pemerintahan Prabowo Subianto nantinya.

"Suport kegiatan pemenuhan gizi ada beberapa kegiatan. Jadi dulu ada namanya pemberian makanan tambahan anak sekolah, kemudian ada juga dari Kodam II Sriwijaya dapur masuk sekolah. Kayak kemarin datang ke beberapa sekolah, memberikan asupan gizi, susu, bubur dan sebagainya," kata Henky kepada Bangkapos.com, Selasa (13/8/2024) di sela menghadiri Festival Anak Bangka Barat.

Dia menambahkan, terkait program makan gratis atau makan bergizi yang diusung Presiden terpilih, diharapkan dapat menyasar ke semua kalangan masyarakat.

"Ya sebenarnyaya kebetulan saja, momennya ada calon Presiden dan Wakil Presiden membawa misi itu, sebenarnya sudah dijalankan secara lama. Sekarang dikemas dalam program yang lebih baik, harapan kita lebih baik. Tujuan menyasar seluruh anak, sebelum-sebelumnya masih terbatas,"

Ia menegaskan belum mengetahui bentuk pelaksanaan program tersebut, diberikan untuk anak usia dan kelas berapa nantinya.

Termasuk anggaran untuk merealisasikan makan gratis.

"Belum tahu bentuk seperti apa, apa usia Paud saja, SD kelas 1 dan 2 saja, teknis kita lihatlah. Termasuk penganggaran dari pemerintah atau ke sekolah, belum ada teknisnya tunggu aja setelah di lantik nanti," pesanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved