Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Lengkap Lirik dan Makna Mendalam Masing-masing Stanza 1,2 dan 3
Versi lengkap Lagu Indonesia Raya sebenarnya terdiri dari 3 stanza, masing-masing dengan makna yang dalam dan penuh semangat perjuangan, berikut Lirik
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM--Bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-79 tahun, sebuah momen penting yang selalu diiringi dengan pelaksanaan upacara bendera dan pengibaran Sang Merah Putih.
Dalam setiap upacara, lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman selalu dinyanyikan dengan penuh semangat dan rasa kebanggaan.
Lagu kebangsaan yang menjadi simbol persatuan dan kebesaran bangsa ini biasanya dinyanyikan dalam versi satu stanza.
Namun, versi lengkap dari Indonesia Raya sebenarnya terdiri dari tiga stanza, masing-masing dengan makna yang dalam dan penuh dengan semangat perjuangan.
Sejarah Singkat dan Makna Stanza Pertama
Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II, momen bersejarah yang menandai lahirnya Sumpah Pemuda.
Pada masa penjajahan, lagu ini sempat dilarang, namun tetap dinyanyikan oleh rakyat sebagai bentuk perlawanan dan pemersatu semangat untuk meraih kemerdekaan.
Stanza pertama dari lagu Indonesia Raya dimulai dengan seruan “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu,” yang menjadi panggilan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan.
Lirik “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya” dalam stanza ini sebenarnya mengalami perubahan atas usul Presiden Soekarno.
Awalnya, lirik tersebut berbunyi “Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya,” namun diubah karena Soekarno meyakini bahwa kebangkitan jiwa harus terjadi lebih dulu sebelum kebangkitan fisik.
Karena menurut beliau “Tak akan bangun raga seseorang jika jiwanya tidak terlebih dahulu bangun. Hanya seorang budak yang badannya bangkit namun jiwanya tidak.”
Makna Stanza Kedua
Pada stanza kedua, terdapat frasa yang ditekankan, yakni “Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia.” Lirik ini menekankan pentingnya landasan spiritual dalam mencapai kebahagiaan bangsa.
Bagian lirik “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” mengandung makna bahwa rakyat Indonesia harus selalu menjaga budi pekerti dan hati nurani yang baik sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Makna Stanza Ketiga
Stanza ketiga dari lagu Indonesia Raya mengandung sumpah dan amanat agraria yang penting. Sumpah kesetiaan tertuang dalam lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi,” yang menekankan komitmen seluruh rakyat untuk menjaga keutuhan dan kelestarian bangsa.
| Siswa SLB N Pangkalpinang Tampil Penuh Semangat di Karnaval HUT ke-80 RI |
|
|---|
| Sejumlah Mahasiswa Datang ke DPRD Provinsi Bangka Belitung, Suarakan Keresahan Isu Nasional |
|
|---|
| Viral, Drumband MTsN 7 Sungai Bahar Dihentikan Panitia, Diganti Lagu Ulang Tahun Istri Camat |
|
|---|
| Segenap Civitas Akademika IAIN SAS Babel Gelar Upacara HUT Ke-80 RI |
|
|---|
| Mengungkap Tanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230712-lagu-indonesia-raya.jpg)