Rabu, 15 April 2026

Berita Belitung

Lima Bulan jadi Pj Bupati Belitung, Mikron Kejar Target Pelayanan Dasar dan Optimalisasi Kinerja OPD

Berikut wawancara eksklusif Mikron Antariksa dalam Dialog Ruang Kita Pos Belitung yang tayang di laman YouTube dan Facebook Pos Belitung

Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Dialog ruang kita Pos Belitung dengan Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa dengan reporter Pos Belitung Disa Aryandi, Senin (19/8/2024). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Mikron Antariksa resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Belitung usai dilantik oleh Pj Gubernur Bangka Belitung Safrizal ZA pada Minggu (11/8/2024) lalu.

Bakal menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Belitung dalam lima bulan Mikron pun memiliki sejumlah target-target.

Beragam rencana pun dipersiapkannya dalam mengomandoi pemerintahan dalam kurun waktu yang terbatas. Lalu bagaimana strateginya dalam menjalankan pemerintahan? Apa yang menjadi fokus Mikron dalam pembangunan Belitung dalam waktu dekat? 

Bagaimana pula ia menjawab isu-isu terkini terkait ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan dasar di Kabupaten Belitung? 

Berikut wawancara eksklusif Mikron Antariksa dalam Dialog Ruang Kita Pos Belitung yang tayang di laman YouTube dan Facebook Pos Belitung bertajuk 'Lima Bulan Pj Belitung, Mikron Antariksa Bisa Apa Saja?', Senin (19/8/2024). 

T: Menjabat sebagai Pj Bupati Belitung. Pertama dipanggil saat SK-nya keluar, apakah sudah menyangka? 

J: Saya tidak menyangka. Kebetulan seminggu sebelumnya, 5 Agustus 2024 saya juga pernah ke sini (Belitung), tapi tidak ada berita tentang Pj Bupati. Setelah satu minggu, 9 Agustus, saya sempat dihubungi Pak Gubernur untuk bersiap-siap. Siap-siap apa nih pak? Saya juga sempat bingung, karena ada mutasi juga. Rupanya ditunjuk jadi Pj Bupati Belitung. Hari Jumat saya belum dapat kabar juga, tiba-tiba Sabtu saya dapat undangan dari Biro Pemerintahan yang sudah menyebar ke masyarakat. Akhirnya, cari baju pun susah, alhamdulillah 11 Agustus dapat dan langsung pelantikan. Walaupun kata teman-teman sepatu saya kebesaran. Harusnya 43, mungkin itu 44 sepatunya. 

T: Bagaimana perasaannya ketika menjadi Pj Bupati Belitung

J: Pertama memikul tanggung jawab. Kedua menghitung waktu yang hanya lima bulan, apa hal yang harus dikerjakan selama lima bulan? Kita saja pembangunan ada Pelita zaman dulunya sampai 25 tahun, hanya lima bulan apa yang bisa kita perbuat. Tapi itu semua dengan bismillah kita coba yakinkan dengan pemerintah Kabupaten Belitung yang kami pikir baik dari segi anggaran, kebijakan, dan Belitung yang fokus pada pariwisatanya. Mereka kompak memajukan pariwisata di Kabupaten Belitung. Kami pikir dengan dukungan hal-hal tersebut, saya mengatakan bismillah saya akan jalankan lima bulan ini dengan terbaik untuk menjadi Pj Bupati Belitung. Selain mengerjakan tugas-tugas pokok yang digariskan oleh pemerintah pusat Kemendagri maupun Pj Gubernur. 

T: Apakah sempat bingung ketika harus melangkah hari pertama bertugas sebagai Pj Bupati Belitung

J: Kebetulan saya gak bingung, karena melangkah hari pertama peringatan 17 Agustus. Sudah teragendakan dari upacara sebagai Inspektur Upacara. Kesibukan terjadi sekitar setelah 17-an karena pas saya dilantik langsung diundang di IKN untuk menghadiri penjelasan Pak Jokowi terhadap IKN. Pulang ke sini langsung meresmikan Paskibraka, lalu 17 Agustus, dan acara Hari Pramuka. Tapi selama 17-an saya juga mencari informasi dan masukan dari komponen masyarakat apa saja yang harus dipercepat di wilayah Kabupaten Belitung. 

T: Lalu berbicara soal percepatan, apa yang akan menjadi fokus dikerjakan? Mengingat waktu lima bulan ini pendek sekali. 

J: Pertama yang saya lakukan, saya memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berjasa, waktu saya datang memberikan itu. Kami memberikan penghargaan kepada per orangan yang memberikan jasa bagi Kabupaten Belitung, seperti Pak Sanem, Pak Isyak, Pak Mukti, Pak Ansori, dan Pak Hendra Caya yang sudah enam tahun menjadi sekretaris daerah. Dari mereka kami mencari tahu seperti apa permasalahan-permasalahan di Kabupaten Belitung. Kalau pekerjaan seperti stunting, inflasi, kemiskinan ekstrem, itu sebagian besar sudah terprogram. Cuman saya memiliki target, mengoptimalkan juga tim-tim yang sudah mereka bentuk, artinya ada tim lebah, Besadu, dan lainnya agar optimal serta menjurus pada pelayanan masyarakat. 

Kalau dari sisi pariwisata, bukan perkara lama, tapi cepat, ini pun sudah hampir dua minggu. Lima bulan itu 20 minggu saya akan berada di Belitung. Untuk pariwisata memang yang paling tampak di Tanjung Pendam. Kalau wajah kota yang nampak benar di Tanjung Pendam. Setiap sore pasti ramai orang melihat matahari terbenam, di sana masjid terlihat kusam, kurang bersih, dan kurang tertata. Di pinggir itu ada teman-teman tapi menutup pandangan. Mungkin nanti akan kami coba diskusikan dengan dinas pariwisata dan pengelola, mungkin dengan menempatkan tempat duduk di sisi pantai agar masyarakat bisa duduk menyaksikan matahari terbenam. Kalau sekarang saya melihat, masyarakat tidak turun dari motor menyaksikan, berdesak-desakan. Tapi kalau teratur, di situ juga ada retribusi juga, disediakan parkir, parkir saja masyarakat di situ, ke lokasinya bisa berjalan dan menyaksikan dengan lebih indah dan tertib. Di samping itu, juga ada budaya seni, sebelum matahari terbenam, ada puisi, tarian, menyanyi, saya pikir dihidupkan kembali selain sarana prasarana infrastruktur diperbaiki secara perlahan. Apalagi sekarang ada program Gesit yang menyediakan infrastruktur ramah disabilitas. 

T: Berarti prioritasnya Tanjung Pendam? 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved